minyak2Pt Solid Gold~ Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) kembali gagal menetapkan kuota produksi minyak setelah melakukan pertemuan yang diadakan di Wina, Kamis.
Setelah pertemuan yang berlangsung empat jam, para menteri minyak OPEC gagal menyepakati sebuah batas atau pagu produksi, dan memutuskan untuk bertemu lagi di Wina pada 30 November mendatang. Ini adalah kali kedua OPEC telah gagal untuk menentukan pagu produksi pada konferensi di Wina, setelah pertemuan musim dingin lalu.

Menurut laporan media yang ditulis Antara, Iran ingin pagu produksi minyaknya mencapai tingkat pra-sanksi, sementara negara-negara anggota lainnya berpegang pada kuota yang berbeda, yang Arab Saudi tidak setuju.

“Tanpa kuota negara, OPEC tidak bisa mengendalikan apa-apa,” ungkap Menteri Perminyakan Iran, Bijan Zanganeh.

Produksi minyak Iran saat ini mencapai 3,56 juta barel per hari mendekati produksi pra-sanksi 3,70 juta barel per hari. “Arab Saudi, produsen minyak terkemuka di OPEC, akan melanjutkan kebijakan strategi harga minyak rendah,” kata para analis.

OPEC menghasilkan sekitar 32,5 juta barel minyak per hari, 2,5 juta barel lebih tinggi dari pagu yang ditetapkan musim panas lalu di Wina. “Sejak pertemuan terakhir pada Desember 2015, harga minyak mentah telah meningkat lebih dari 80 persen. Ini merupakan bukti, fakta bahwa pasar sedang bergerak melalui proses penyeimbangan,” kata OPEC dalam keterangannya.

OPEC percaya pertumbuhan permintaan tetap relatif sehat mempertimbangkan tantangan dan perkembangan ekonomi baru-baru ini.

Tidak adanya kesepakatan OPEC membuat harga minyak kembali naik di perdagangan hari ini.

Di New York, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik 16 sen menjadi berakhir di USD 49,17 per barel.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus, patokan Eropa, naik 32 sen menjadi menetap di USD 50,04 per barel di perdagangan London.

 

sumber merdeka

baca Disclaimer