Dalam bulan Januari, Donald Trump adalah salah satu dari selusin lebih kandidat presiden dari Partai Republik, sementara Hillary Clinton sebagai kandidat terdepan dengan hanya dua pesaingnya di kubu Demokrat.

Pekan lalu, Donald Trump secara resmi memperoleh cukup suara untuk menjadi calon unggulan dari Partai Republik.

“Kami sudah memenangkan nominasi dengan jumlah suara besar. Suatu hal yang sulit dipercaya,” ujar Trump.

Sementara Clinton masih harus berkampanye keras supaya jangan kalah dari para pesaingnya .

Lebih parah lagi, laporan inspektur jenderal pekan lalu menyatakan, penggunaan email pribadi ketika ia masih menjadi Menteri Luar Negeri melanggar kebijakan negara, sehingga memaksa Clinton membela diri.

“Penggunaan email pribadi dilakukan oleh Menlu lainnya. Dan peraturannya tidak jelas, sampai setelah saya tidak lagi menjadi Menlu. Seperti yang sudah saya katakan berkali-kali, jika seandainya saya bisa melakukannya lagi, saya akan melakukannya dengan benar,” tegas Clinton.

Sumber : VOA