Solid gold – Minyak mentah rebound sedikit di sesi Asia pada Selasa dengan investor mengambil keuntungan dari pelemahan tajam semalam jelang data perkiraan stok industri AS malam nanti.

Minyak mentah untuk pengiriman Oktober di Bursa Perdagangan New York naik tipis 0,06% menjadi $47,01 per barel.

American Petroleum Institute akan merilis estimasi stok produk minyak dan olahan pada akhir pekan lalu, sementara Departemen Energi AS akan melaporkan data yang lebih dipantau cermat, Rabu.

Semalam, harga minyak memperpanjang penurunan semalam selama perdagangan Amerika, jatuh hampir 2% akibat dolar AS yang menguat luas dan memudarnya harapan pembekuan produksi yang membebani sentimen.

Sementara itu, di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman November turun 74 sen, atau 1,48%, diperdagangkan pada $49,41 per barel.

Kerugian minyak datang setelah dolar AS naik ke tertinggi dua minggu menyusul komentar optimis dari dua pejabat teras Federal Reserve yang mengisyaratkan kenaikan potensial suku bunga AS pada awal bulan depan.

Ketua Fed Janet Yellen mengatakan Jumat pada pertemuan gubernur bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, bahwa kasus peningkatan suku bunga telah menguat, sementara Wakil Ketua Fed Stanley Fischer mengindikasikan pengetatan mungkin terjadi dalam ulasan berikutnya di bulan September.

Peningkatan suku bunga AS cenderung untuk mengangkat dolar, yang akan membuat minyak lebih mahal bagi para pedagang yang melakukan bisnis dalam mata uang lainnya.

Sementara itu, kemungkinan minimal bahwa pertemuan mendatang antara produsen minyak utama di akhir September akan menghasilkan tindakan apapun untuk mengurangi banjirnya pasokan global setelah Iran mengatakan hanya akan bekerja sama dalam pembicaraan untuk membekukan produksi jika sesama eksportir mengakui haknya untuk sepenuhnya mendapatkan kembali pangsa pasar.

Pekan lalu, Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan bahwa dia tidak percaya “intervensi signifikan” apapun di pasar minyak yang diperlukan.

Sebuah usaha bersama-sama mempertahankan tingkat produksi awal tahun ini gagal setelah Arab Saudi mundur atas penolakan Iran dalam mengambil bagian dari inisiatif, menggarisbawahi kesulitan persaingan politik dalam menggabungkan konsensus.

Sumber: investing.com

SOLID GOLD BERJANGKA