Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mendukung rencana pengembangan kereta Trans-Jawa. Di sisi lain, proyek ini juga dipandang sebagai balas budi pemerintah terhadap Jepang.

“Saya kira rencana itu baik untuk mendukung tingginya pergerakan di Jawa,” kata Wakil Ketua Umum MTI Djoko Setijowarno, saat dihubungi, Minggu (12/6).

Kantor Berita Nikkei, beberapa waktu lalu, melaporkan, bahwa Indonesia bakal meminta Jepang terlibat dalam pembangunan jaringan kereta Trans-Jawa. Proyek sepanjang 750 kilometer itu diperkirakan bisa memangkas waktu tempuh JakartaSurabaya dan sebaliknya menjadi 5 jam. Itu setengah dari jarak tempuh dengan mengunakan angkutan jalan raya yang sekitar 10 jam.

Jika terealisasi, menurut Djoko, itu menjadi sebentuk penebusan “dosa” pemerintah ke Jepang. Mengingat, pemerintah berpaling ke China dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

“Kita punya utang budi dengan Jepang. Banyak hibah kita soal kereta dari Jepang. Adanya proyek ini bisa jadi obat kekecewaan lah buat pemerintah Jepang,” ujarnya seraya tertawa,

“Hampir semua sektor Jepang punya bantuan hibah ke Indonesia termasuk pendidikan.Tapi sektor Infrastruktur yang paling besar. Setelah semua infrastruktur baik, industri otomotif bisa masuk sampai meriah seperti sekarang.”

 

sumber merdeka