Harga Minyak Dekati Flat Ditengah Turunnya Persediaan AS – Pt Solid Berjangka

 

Pt Solid Berjangka ~ Harga minyak diperdagangkan mendekati flat setelah Energy Information Administration (EIA) melaporkan penurunan pertama dalam stok minyak mentah dalam empat pekan terakhir.

Minyak Mentah berjangka WTI terakhir diperdagangkan pada level $63,80 pada 1:35 pagi waktu timur AS (05:35 GMT), sementara minyak berjangka Brent internasional tidak berubah pada $71,61.

EIA juga melaporkan bahwa persediaan bensin turun 1,17 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi untuk penarikan 2,13 juta barel.

Stok sulingan, turun hanya 0,36 juta barel, dibandingkan dengan perkiraan penurunan 0,85 juta.

Harga minyak telah didukung tahun ini oleh perjanjian yang dicapai oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya untuk mengurangi produksi minyak mereka sebesar 1,2 juta barel per hari sejak awal 2019.

Pasar minyak juga didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil di Tiongkok.

Ekonominya tumbuh 6,4% pada kuartal pertama, data resmi menunjukkan pada hari Rabu. Analis memperkirakan pertumbuhan melambat menjadi 6,3%.

Sementara itu, sanksi AS terhadap anggota OPEC Venezuela dan Iran juga disebut-sebut sebagai penurunan pada harga minyak.(yds)

Sumber: Investing.com

source

Oil prices traded near flat after the Energy Information Administration (EIA) reported the first drawdown in crude stocks in four weeks.

U.S. Crude Oil WTI Futures last traded at $63.80 by 1:35 AM ET (05:35 GMT), while international Brent Oil Futures was unchanged at $71.61.

The EIA also reported that gasoline inventories declined by 1.17 million barrels, compared to expectations for a draw of 2.13 million barrels.

Distillate stockpiles, however, dropped by just 0.36 million barrels, compared to forecasts for a decline of 0.85 million.

Oil prices have been supported this year by an agreement reached by the Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) and its allies to reduce their oil output by 1.2 million barrels per day since the beginning of 2019.

The oil market is also supported by steady economic growth in China.

Its economy grew by 6.4% in the first quarter, official data showed on Wednesday. Analysts had expected growth to slow to 6.3%.

Meanwhile, U.S. sanctions on OPEC members Venezuela and Iran were also cited as tailwind for oil prices.

Source: Investing.com

 

Pt Solid Berjangka