Minyak Kembali Menurun Karena Inventaris AS Menguntungkan Rencana OPEC – Pt Solid Berjangka

 

Pt Solid Berjangka – Minyak kembali melemah setelah menghentikan rekor penurunan beruntun karena para pedagang menilai tanda-tanda peningkatan persediaan minyak mentah AS terhadap prospek OPEC dan sekutunya yang mengurangi output.

Kontrak berjangka di New York turun sebanyak 0,7 persen setelah sedikit pulih pada hari Rabu dari penurunan 17,6 persen selama 12 sesi sebelumnya. Sebuah laporan industri menunjukkan stok AS meningkat 8,8 juta barel pekan lalu, lebih dari dua kali lipat perkiraan kenaikan dalam survei Bloomberg sebelum rilis data pemerintah pada hari Kamis. Sementara itu, OPEC dan mitranya, mengatakan untuk mempertimbangkan pemotongan produksi lebih dari 1 juta barel per hari.

Harga minyak anjlok lebih dari 26 persen dari level empat tahun tertinggi pada bulan Oktober, ditengah langkah-langkah AS untuk memungkinkan beberapa pengiriman minyak Iran untuk melanjutkan bahkan setelah pengenaan sanksi terhadap negara Teluk Persia, serta meningkatnya persediaan dan rekor produksi di Amerika. Sekarang, investor menilai jika Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya akan mengurangi produksi untuk menopang penurunan harga meskipun kritik Presiden Donald Trump terhadap rencana tersebut.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember turun sebanyak 41 sen ke level $ 55,84 per barel di New York Mercantile Exchange, sebelum diperdagangkan di level $ 56 pada pukul 11:49 pagi di Tokyo. Kontrak naik 56 sen menjadi $ 56,25 pada hari Rabu menyusul penurunan satu hari terbesarnya dalam lebih dari tiga tahun terakhir pada sesi sebelumnya. Total volume yang diperdagangkan pada hari Kamis sedikit lebih tinggi dari rata-rata 100-hari.

Brent untuk pengiriman Januari merosot 22 sen ke level $ 65,90 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London. Kontrak naik 65 sen menjadi $ 66,12 pada hari Rabu. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premium $ 9,73 untuk WTI pada bulan yang sama. (knc)

Sumber : Bloomberg

source

Oil resumed declines after snapping a record losing streak as traders assessed signs of rising U.S. crude inventories against the prospect of OPEC and allies cutting output.

Futures in New York fell as much as 0.7 percent after recovering slightly on Wednesday from a 17.6 percent slide over the previous 12 sessions. An industry report was said to show U.S. stockpiles rose 8.8 million barrels last week, more than double the increase forecast in a Bloomberg survey before government data due Thursday. OPEC and its partners, meanwhile, are said to be considering cutting output by more than 1 million barrels a day.

Oil’s tumbled more than 26 percent from a four-year high in October, hit by a U.S. move to allow some Iranian oil shipments to continue even after the imposition of sanctions on the Persian Gulf state, as well as rising American inventories and record output. Now, investors are assessing if the Organization of Petroleum Exporting Countries and its allies will curb production to stem the price slide despite President Donald Trump’s criticism of the plan.

West Texas Intermediate for December delivery slid as much as 41 cents to $55.84 a barrel on the New York Mercantile Exchange, before trading at $56 by 11:49 a.m. in Tokyo. The contract rose 56 cents to $56.25 Wednesday following the biggest one-day drop in more than three years in the previous session. Total volume traded Thursday was slightly higher than the 100-day average.

Brent for January settlement fell 22 cents to $65.90 a barrel on the London-based ICE Futures Europe exchange. The contract gained 65 cents to $66.12 on Wednesday. The global benchmark crude traded at a $9.73 premium to WTI for the same month.

Source : Bloomberg

 

 

Pt Solid Berjangka