Terhentinya Reli Minyak Berlanjut Karena Persediaan AS Mengalami Lonjakan – Pt Solid Berjangka

 

Pt Solid Berjangka ~ Reli minyak berhenti untuk hari kedua karena kekhawatiran kelebihan pasokan muncul kembali setelah persediaan minyak mentah AS mengalami lonjakan terbesarnya sejak Januari lalu.

Kontrak berjangka di New York naik tipis untuk hari kedua setelah melonjak 5,5 persen dalam tiga hari hingga Selasa. Stok minyak di Amerika meningkat 7,24 juta barel pekan lalu, menurut angka Administrasi Informasi Energi, melampaui estimasi analis dan industri. Optimisme AS dan China semakin dekat dengan perjanjian perdagangan yang cenderung mencegah penurunan lebih tajam.

Pengurangan pasokan yang dipimpin Arab Saudi oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya telah memberikan dorongan terbesar untuk kenaikan 37 persen untuk harga minyak tahun ini. Dalam beberapa hari terakhir, anggota OPEC Iran dan Nigeria menyuarakan dukungan untuk memperpanjang pengurangan output setelah akhir Juni. Stabilisasi yang terlihat jelas dalam ekonomi Tiongkok dan penurunan perdagangan antara dua ekonomi terbesar meningkatkan prospek permintaan.

Minyak mentah WTI untuk pengiriman bulan Mei turun 10 sen, atau 0,2 persen, ke level $ 62,36 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 12:24 siang di Singapura setelah jatuh sebanyak 15 sen sebelumnya. Kontrak ditutup turun 0,2 persen pada hari Rabu.

Brent untuk penyelesaian bulan Juni diperdagangkan 4 sen lebih rendah pada level $ 69,27 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London setelah naik sebanyak 17 sen sebelumnya. Minyak mentah acuan global berada pada premi $ 6,84 untuk minyak WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg

source

Oil’s rally paused for a second day as oversupply concerns resurfaced after U.S. crude inventories jumped the most since January.

Futures in New York edged lower for a second day after climbing 5.5 percent in the three days through Tuesday. American stockpiles rose by 7.24 millionbarrels last week, according to Energy Information Administration figures, topping analyst and industry estimates. Optimism the U.S. and China are getting closer to a trade agreement likely prevented steeper declines.

The Saudi Arabia-led supply cuts by the Organization of the Petroleum Exporting Countries and its allies have provided the biggest impetus for oil’s 37 percent advance this year. In recent days, OPEC members Iran and Nigeria have voiced support for extending the output reductions beyond the end of June. An apparent stabilization in China’s economy and the trade detente between the two biggest economies are improving the demand outlook.

WTI for May delivery declined 10 cents, or 0.2 percent, to $62.36 a barrel on the New York Mercantile Exchange as of 12:24 p.m. in Singapore after falling as much as 15 cents earlier. The contract closed down 0.2 percent on Wednesday.

Brent for June settlement traded 4 cents lower at $69.27 a barrel on the London-based ICE Futures Europe exchange after advancing as much as 17 cents earlier. The global benchmark crude was at a premium of $6.84 to WTI.

Source : Bloomberg

 

 

Pt Solid Berjangka