PT Solid Gold Berjangka

Andai Wisata Gunung Bromo Buka Lagi, Begini Skenarionya | PT Solid Gold Berjangka

PT Solid Gold Berjangka Semarang | Wisata Gunung Bromo sedang ancang-ancang untuk buka kembali. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menggodok skenario andai nanti betul-betul menerima pelancong.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, John Kennedie, mengatakan pembukaan objek wisata Gunung Bromo akan dilakukan secara bertahap saat pandemi virus Corona. Yakni, hanya 10 sampai 30 persen dari daya dukung kawasan Gunung Bromo.

Dengan luas area yang dibuka ihanya sebesar itu, wisata Gunung Bromo pun hanya bisa menampung ratusan wisatawan. Jumlah itu jauh lebih rendah dari angka saat situasi normal.

“Itu tadi kita sepakati bersama empat daerah yakni Lumajang, Pasuruan, Probolinggo, dan Malang adalah bagian tengah, bahwa awal akan kita ambil 20 persen, itu sekitar 739 wisatawan per hari. Semua melalui booking online. Wisatawan ini, umumnya mengejar sunrise di Penanjakan, Bukit Cinta, dan lainnya,” kata John.

John menambahkan berdasarkan carrying capacity (daya tampung) Penanjakan, sebagai tempat favorit turis mengabadikan sunrise di Gunung Bromo, hanya bisa menampung sekitar 167 wisatawan. Karena itu, wisatawan harus melakukan booking online terlebih dahulu, agar bisa menikmati sunrise di kawasan gunung ini.

“Berdasarkan carrying capacity untuk ke Penanjakan hanya 167 wisatawan. Ke sana dengan booking online, nanti mereka akan booking duluan. Nanti jika lebih dari 167 tentu harus yang di bawahnya, seperti Bukit Cinta.

John juga menyebut untuk pendakian sampai kawah Bromo masih tidak diperbolehkan. Soal ini alasannya tak terkait COVID-19.

“Sementara yang naik ke kawah Gunung Bromo, tidak diperkenankan situasinya sedang rusak dan akan kita perbaiki,” kata John.

John bilang ada empat pintu masuk menuju kawasan Gunung Bromo yaitu melalui Kabupaten Malang, Pasuruan, Lumajang serta Kabupaten Probolinggo.

Tunggu Status Zona Hijau – Kuning COVID-19

Wisata Gunung Bromo belum bisa dibuka karena daerah ojek wisata itu berada itu belum masuk zona hijau atau kuning sesuai dengan syarat pembukaan objek wisata dalam surat edaran Dirjen Pariwisata. Fakta di lapangan menunjukkan dari empat daerah sekitar kawasan itu hanya Lumajang yang berada pada zona kuning, sedangkan lainnya oranye, bahkan merah.

“Jadi, fluktuatif sekali zona ini, kita menunggu rekomendasi dari empat Bupati, kalau kuning oke. Tapi karena saya tutup dasarnya adalah rekomendasi dari bupati, nanti kita bukanya juga rekomendasi dari empat bupati,” kata John.

Kendati ditutup untuk wisatawan, Gunung Bromo tetap dibuka bagi masyarakat Hindu yang akan beribadah. Itu dengan syarat mereka harus menerapkan protokol kesehatan.

“Khusus untuk masyarakat Hindu, Tengger yang akan beribadah saja bukan untuk wisatawan. Mereka menerapkan protokol kesehatan ketat. Itu kesepakatan, tidak ada acara untuk wisata dan sebagainya,” kata John.

Akan tetapi John memberikan sinyal jika pada Agustus 2020, wisata Gunung Bromo kemungkinan akan dibuka kembali. Untuk saat ini, balai Besar Taman Nasional bromo tengger Semeru bersama empat daerah di sekelilingnya akan gencar melakukan persiapan dan sosialisasi new normal pariwisata.

“Belum ada kepastian untuk pembukaan. Jadi, yang jelas, sampai akhir bulan ini akan kita persiapkan lapangan dulu. Yang jelas Agustus, tanggalnya tergantung kapan keluarnya rekomendasi dari masing-masing bupati,” kata John.

sumber:detik.com – PT Solid Gold Berjangka