PT Solid Gold Berjangka

Anies dan Basuki Harus Collabs Kebut Normalisasi Sungai Jakarta – PT Solid Gold Berjangka

PT Solid Gold Berjangka Semarang | Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk mengebut program normalisasi atau naturalisasi sungai yang melintas di ibu kota. Keduanya harus mau collabs alias berkolaborasi.

Hal itu diungkapkannya saat membuka rapat terbatas (ratas) bersama kepala daerah mengenai banjir di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2020).

Turut hadir dalam rapat itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Mensekneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menteri LHK Siti Nurbaya, Kepala BNPB Doni Manardo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Banten Wahidin Halim, dan beberapa pejabat daerah lainnya.

Anies Baswedan pun langsung merespon perintah orang nomor satu di Indonesia, apa respon Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu?

Awalnya, Jokowi meminta Basuki mempercepat pembangunan Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi yang berada di Jawa Barat.

“Saya minta dipercepat Kementerian PUPR ini Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi, meskipun saya tahu progresnya sudah 47%, pembebasan tanah juga sudah 95% tinggal sisanya saya kira diselesaikan,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Arahan Jokowi untuk Basuki juga bekerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mempercepat penyelesaian proyek sodetan yang mengarah ke Banjir Kanal Timur (BKT).

Baca juga: PLN Gratiskan Ganti Meteran Rusak Korban Banjir

Setelah itu, Jokowi pun meminta program normalisasi atau naturalisasi sungai yang melintas di DKI Jakarta tetap dilakukan. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan bahwa normalisasi atau naturalisasi juga dilakukan di seluruh sungai yang melintasi DKI Jakarta.

“Dan juga pengerjaan-pengerjaan meneruskan kembali baik normalisasi maupun naturalisasi di sungai-sungai yang ada di Jakarta,” ujarnya.

Begini respons Anies.

Anies menilai normalisasi atau naturalisasi merupakan program jangka panjang yang akan dilaksanakan Pemprov DKI Jakarta. Untuk saat ini, pihaknya masih fokus terhadap evakuasi korban banjir.

“Nanti itu jangka panjang. Jadi sekarang jangka pendek penanganan kepada korban,” jelas dia di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Bahkan, Anies pun sudah berdiskusi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengenai program normalisasi atau naturalisasi sungai.

Selain itu, Anies menambahkan Pemprov DKI Jakarta juga akan mempercepat penyelesaian proyek sodetan. Hal itu menyusul sudah ada kesepakatan dengan warga sekitar untuk pembebasan lahan.

Basuki mengaku sudah sependapat dengan Anies mengenai program normalisasi sungai. Bahkan dirinya sudah menjadwalkan akan meninjau bersama ke titik program normalisasi sungai yang melintasi ibu kota.

Basuki menceritakan, penanganan banjir yang melanda DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten ada tiga tahapan. Pertama jangka pendek yaitu menangani dan mengevakuasi para masyarakat. Sedangkan jangka menengah panjang, dikatakan Basuki bahwa Kementerian PUPR akan meneruskan program normalisasi atau naturalisasi sungai yang melintas di DKI Jakarta.

Baca juga: Rumah Rusak Berat Imbas Banjir Dapat Rp 50 Juta dan Rp 500.000/Bulan

“Tidak ada bedanya antara naturalisasi dan normalisasi, kenapa? Karena semuanya butuh pelebaran sungai, itu intinya. Ini yang disampaikan dalam rapat,” kata Basuki di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

“Normalisasi naturalisasi sudah sama sekarang. Iya, tadi pagi Pak Gubernur (Anies Baswedan) datang ke kantor saya,” kata Basuki.

Basuki mengaku dalam pertemuan dengan Anies Baswedan juga sudah menjadwalkan blusukan bersama ke program normalisasi atau naturalisasi sungai yang melintasi DKI Jakarta.

sumber: detik.com – PT Solid Gold Berjangka