PT Solid Gold Berjangka | ‘Buang’ Emas? Sinyal Bearish Tampak Jelas karena Isu Tapering

‘Buang’ Emas? Sinyal Bearish Tampak Jelas karena Isu Tapering | PT Solid Gold Berjangka

PT Solid Gold Berjangka Semarang | Harga emas terus menurun jelang pengumuman kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserves (The Fed). Banyak pelaku pasar yang memperkirakan stance kebijakan The Fed tak se-‘dovish’ dulu lagi.

Para pelaku pasar masih berkeyakinan bahwa suku bunga acuan bakal ditahan di level saat ini di 0-25 bps. Mengacu pada data CME FedWatch, peluang The Fed menahan suku bunga acuannya berada di angka 93%.

Namun yang menjadi kekhawatiran saat ini adalah ketika The Fed mulai mensinyalkan bakal mengurangi porsi stimulus moneternya yang lebih dikenal dengan istilah tapering off.

Harga logam mulia emas sudah ambles 2,75% sejak mencapai level tertingginya di awal Juni. Rabu (16/6/2021), harga emas semakin mepet ke US$ 1.850/troy ons setelah terkoreksi 0,18%.

“Tampaknya ada lonjakan permintaan untuk fasilitas reverse repo Fed, yang menunjukkan bahwa kondisi likuiditas di pasar cukup. Ini berarti bahwa pasar mungkin siap untuk menahan penurunan bertahap pembelian aset Fed,” kata Margaret Yang, seorang ahli strategi di DailyFX.

“Secara teknikal, emas telah menembus level support utama dan tampaknya memasuki tren bearish,” tambahnya.

Investor kini menunggu pengumuman kebijakan moneter The Fed Rabu waktu setempat. Hampir 60% ekonom dalam jajak pendapat Reuters mengatakan pengumuman tapering yang sangat dinanti akan datang pada kuartal berikutnya.

Data terbaru menunjukkan lonjakan harga konsumen AS telah menguntungkan emas karena dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

“Ekspektasi tinggi bahwa Fed tidak akan mengubah naskah risalah, tetapi perbaikan pasar tenaga kerja baru-baru ini dan angka inflasi yang lebih tinggi meningkatkan risiko bahwa Fed akan kurang dovish,” Avtar Sandu, manajer komoditas senior di Phillip Futures, mengatakan dalam sebuah catatan.

Jika berkaca pada tren historisnya emas akan tertekan ketika The Fed mulai mensinyalkan pengetatan moneter untuk mengerem laju perekonomian agar tidak overheat.

Tepatnya satu dekade silam yaitu di tahun 2011, harga emas sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masanya (sebelum tahun lalu). Namun ketika The Fed mulai mengumumkan tapering maka dolar AS menguat dan emas kehilangan hampir separuh dari nilainya.

“Kami melihat risiko berlanjutnya penurunan harga sebab isu tapering The Fed menghilangkan daya tarik terhadap emas di saat yang sama juga terjadi capital outflow dari pasar emas,” tulis analis TD Securities sebagaimana dikutip CNBC International, Senin (14/6/2021).

sumber: cnbcindonesia.com – PT Solid Gold Berjangka