Harga Emas ‘Diramal’ Netral, Maksudnya Apa Nih? | PT Solid Gold Berjangka

PT Solid Gold Berjangka Semarang | Harga emas dunia nyaris tanpa pergerakan pada perdagangan pagi ini. Minimnya dinamika di pasar membuat investor memilih wait and see.

Pada Rabu (4/8/2021) pukul 07:39 WIB, harga emas di pasar spot tercatat US$ 1.808,61/troy ons. Turun tipis 0,02% dari hari sebelumnya.

Hari, sentimen yang menggerakkan pasar memang tidak banyak. Oleh karena itu, pelaku pasar memilih untuk menunggu rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis Jumat malam waktu Indonesia.

US Bureau of Labor Statistics akan merilis data ketenagakerjaan periode Juli 2021. Konsensus pasar yang dihimpun Reuters memperkirakan perekonomian Negeri Paman Sam menciptakan 880.000 lapangan kerja, naik dibandingkan Juni 2021 yang sebanyak 850.000.

Sementara tingkat pengangguran diperkirakan 5,7%. Juga turun dari Juni 2021 yaitu 5,9%.

Mencapai penciptaan lapangan kerja yang maksimal (maximum employment) adalah target dari The Federal Reserve/The Fed, bank sentral Negeri Adidaya. Sebelum itu tercapai, atau setidaknya mengarah ke sana, The Fed masih akan tetap mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar. Suku bunga acuan rendah mendekati 0%, dan pembelian aset (quantitative easing) US$ 120 miliar/bulan tetap berlanjut.

Kebijakan moneter The Fed ini yang akan menentukan nasib dolar AS. Saat kurs dolar AS bergerak, maka harga emas akan mengikuti.

Dolar AS dan emas punya hubungan yang berbanding terbalik. Saat dolar AS menguat, harga sang logam mulia akan turun dan demikian pula sebaliknya.

Ini karena emas adalah aset yang dibanderol dengan dolar AS. Ketika dolar AS terapresiasi, emas jadi lebih mahal buat investor yang memegang mata uang lain. Permintaan emas turun, harga pun mengikuti.

Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan target level support harga emas hari ini berada di US$ 1.802-1.790/troy ons. Sementara level resistance ada di US$ 1.822-1.832/troy ons.

“Gerak harga emas sepertinya akan netral saja di kisaran US$ 1.802-1.822, tidak bullish dan tidak bearish. Penembusan di level ini baru akan memberi sinyal ke mana harga bergerak,” sebut Wang dalam risetnya.

Menurt Wang, kegaglan harga emas menembus titik resistance US$ 1.833/troy ons membuat harga bisa turun sampai ke US$ 1.789,98/troy ons. Namun, ini baru akan terkonfirmasi apabila harga menembus ke bawah US$ 1.802/troy ons.

Jika harga emas kemudian naik, maka titik resistance terdekat ada di US$ 1.822/troy ons. Penembusan di titik ini akan membawa harga menuju US$ 1.832/troy ons.

“Saat ini sinyal di pasar belum terbaca dengan jelas. Sudah dua kali harga gagal menembus titik resistance US$ 1.840/troy ons sehingga tren bullish agak meragukan. Namun sebelum harga benar-benar anjlok ke US$ 1.784/troy ons, tren bearish juga belum terkonfirmasi,” papar Wang.

sumber: cnbcindonesia.com – PT Solid Gold Berjangka