pt solid gold berjangka ~ Harga Emas Jatuh

 

emas 2pt solid gold berjangka ~ Emas jatuh, bergabung dengan penurunan pada aset haven lainnya, setelah Federal Bureau of Investigation mengatakan bahwa mereka mempertahankan pandangan bahwa penanganan Hillary Clinton untuk e-mailnya bukan merupakan kejahatan sehingga menguatkan suara Demokrat pada masa akhir kampanye pemilihan presiden AS .

Bullion untuk pengiriman segera jatuh 1,3 persen ke level $ 1,288.11 per ounce dan diperdagangkan di level $ 1,292.38 pada pukul 8:20 pagi waktu Singapura. Pekan lalu, logam melonjak 2,3 persen di tengah kekhawatiran capres dari partai Republik Donald Trump mungkin akan memimpin Gedung Putih, dengan Citigroup Inc memprediksi emas akan reli ke level $ 1.400 jika Donald Trump memenangkan pilpres.

Harga emas telah diperdagangkan dalam beberapa pekan terakhir sebagai barometer peluang Trump memenangkan pilpres bahkan di saat investor juga melacak data AS untuk mengukur kemungkinan suku bunga yang lebih tinggi. FBI tetap berpendapat bahwa penanganan Clinton untuk e-mailnya di saat dia menjabat sebagai sekretaris negara bukan merupakan kejahatan, direktur biro, James Comey, mengatakan dalam sebuah surat. Pada 28 Oktober silam, Comey mengatakan FBI kembali memeriksa e-mail baru terkait Clinton sehingga menggolakan pemilu dan mengangkat harga emas.

Emas jatuh pada hari Senin di Asia bersama dengan yen dan Swiss franc, sementara ekuitas dan berjangka ekuitas naik dikarenakan investor mengkalibrasi ulang harapan mereka untuk pilpres setelah intervensi kedua dari FBI. Pemilih AS akan melakukan pergi ke bilik suara pada hari Selasa.

Menambah tekanan untuk bullion, Departemen Tenaga Kerjan AS Jumat lalu melaporkan bahwa tingkat pengangguran turun sementara penghasilan per jam naik lebih tinggi sehingga meningkatkan prospek untuk kenaikan suku bunga. Federal Reserve Bank of Atlanta Presiden Dennis Lockhart mengisyaratkan bank sentral berada di trek untuk menaikkan suku bunga bulan depan, memberikan ketiadaan intervensi bagi para pembuat kebijakan untuk menunda kenaikan. (pt solid gold berjangka)

Sumber: Bloomberg

source

Gold tumbled, joining a slide in other haven assets, after the Federal Bureau of Investigation said it maintains the view that Hillary Clinton�s handling of her e-mails wasn�t a crime, boosting the Democrat in the final stretch of the U.S. presidential election campaign.

Bullion for immediate delivery lost as much 1.3 percent to $1,288.11 an ounce and traded at $1,292.38 at 8:20 a.m. in Singapore. Last week, the metal surged 2.3 percent amid concern Republican Donald Trump may capture the White House, with Citigroup Inc. predicting a rally to $1,400 if he were to win.

Bullion prices have traded in recent weeks as a barometer of Trump�s chances of winning the contest even as investors also track U.S. data to gauge the likelihood of higher interest rates. The FBI is sticking to its conclusion that Clinton�s handling of her e-mails as secretary of state wasn�t a crime, the bureau�s director, James Comey, said in a letter. On Oct. 28. Comey had said the FBI was examining new e-mails, roiling the election race and lifting gold.

Gold fell on Monday in Asia together with the yen and the Swiss franc, while equities and equity futures rose, as investors recalibrated their expectations of the race after the FBI�s second intervention. U.S. electors head to the polls on Tuesday, although millions of early votes have already been cast.

Adding to the headwinds for bullion, the Labor Department on Friday reported that the unemployment rate fell while hourly earnings edged higher, boosting the outlook for arate rise. Federal Reserve Bank of Atlanta President Dennis Lockhart signaled the central bank is on track to raise rates next month, provided nothing intervenes to give policy makers pause.

Source: Bloomberg

 

BACA JUGA

AS Menambahkan 161K Lapangan Pekerjaan Di Oktober; Pengangguran 4,9%