Pt Solid Gold Berjangka ~ kewajiban investasi internasional RI naik hingga Rp 4.466,8 T

CapturePt Solid Gold Berjangka ~ Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia mencatat net kewajiban sebesar USD 335,2 miliar pada akhir triwulan I-2017, naik USD 17 miliar dari posisi net kewajiban pada akhir triwulan IV-2016 yang sebesar USD 318,3 miliar.

Peningkatan posisi net kewajiban investasi internasional tersebut disebabkan oleh peningkatan Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang melampaui peningkatan Aset Finansial Luar Negeri (AFLN). Perkembangan tersebut sejalan dengan transaksi modal dan finansial pada Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang mengalami surplus pada triwulan I 2017 didukung oleh membaiknya pertumbuhan ekonomi dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian.

Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), posisi AFLN Indonesia juga naik 3,3 persen dari USD 9,9 miliar pada triwulan IV-2016 menjadi USD 308,6 miliar di triwulan I-2017. Kenaikan tersebut didukung oleh meningkatnya posisi cadangan devisa, investasi langsung, investasi portofolio, dan investasi lainnya.

Peningkatan investasi langsung sejalan dengan peningkatan nilai aset di beberapa negara tujuan investasi dan pelemahan dolar AS terhadap sebagian besar mata uang dunia. Peningkatan investasi portofolio terutama dipengaruhi oleh net pembelian surat berharga di luar negeri yang dilakukan sektor swasta. Sementara itu, peningkatan investasi lainnya terutama dipengaruhi oleh penempatan aset keuangan di luar negeri oleh sektor swasta.

Posisi KFLN Indonesia naik 4,3 persen dari USD 26,8 miliar pada triwulan IV-2016 menjadi USD 643,9 miliar di triwulan I-2017. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh derasnya aliran masuk modal investasi portofolio pada instrumen berdenominasi rupiah (SUN, SPN, dan saham) dan hasil penerbitan sukuk global pemerintah pada Maret 2017.

Hal ini terjadi seiring dengan perbaikan ekonomi domestik dan sentimen positif investor terhadap prospek perekonomian Indonesia. Selain itu, kenaikan posisi KFLN juga dipengaruhi oleh pelemahan dolar AS terhadap rupiah dan kenaikan nilai instrumen investasi berdenominasi rupiah seperti yang ditunjukkan oleh kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

BI memandang perkembangan PII Indonesia sampai dengan triwulan I 2017 masih cukup sehat. Namun demikian, BI terus mewaspadai risiko net kewajiban PII terhadap perekonomian.

Ke depan, BI berkeyakinan kinerja PII Indonesia akan semakin sehat sejalan dengan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang ditempuh BI. [idr]

 

 

PT SOLID GOLD BERJANGKA