Pt Solid Gold Berjangka ~ Minyak Memperpanjang Keuntungan Di Atas $54 Terkait Isyarat Penurunan Stok Minyak AS

minyak8Pt Solid Gold Berjangka ~ Minyak memperpanjang kenaikan di atas $54 per barel karena data dari industri AS menunjukkan persediaan minyak mentah dan bensin turun pada minggu lalu.

Minyak berjangka menambahkan 0,4 persen di New York setelah naik 4,2 persen dalam empat sesi hingga Selasa kemarin. Stok minyak mentah turun 5,09 juta barel, sementara pasokan bensin turun 7,7 juta pada pekan lalu, American Petroleum Institute (API) melaporkan. Persediaan minyak AS mungkin turun untuk kelima kalinya dalam enam minggu terakhir, menurut survei Bloomberg sebelum data pemerintah Rabu.

Minyak mentah acuan global Brent mencapai $60 per barel pada bulan lalu untuk pertama kalinya sejak Juli 2015, sementara West Texas Intermediate melonjak ke level tertinggi delapan bulan ketika Arab Saudi dan Rusia memberi isyarat untuk memperpanjang pemangkasan pasokan hingga 2018 mendatang. Pasar juga didukung oleh konflik antara pemerintah pusat Irak dan orang-orang Kurdi semi-otonom yang mengancam produksi minyak mentah dari ladang-ladang di bagian utara.

Minyak mentah WTI untuk pengiriman Desember diperdagangkan di $54,57 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 09:02 pagi di Seoul, naik 19 sen. Total volume yang diperdagangkan sekitar 65 persen di bawah rata-rata 100 hari. Kontrak WTI pada hari Selasa menetap di $54,38, penutupan tertinggi sejak 23 Februari. Harga WTI menguat 5,2 persen di bulan lalu.

Minyak Brent untuk pengiriman Januari menambahkan 12 sen atau 0,2 persen menjadi $61,06 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak Brent untuk bulan Desember yang berakhir pada hari Selasa naik 47 sen atau 0,8 persen menjadi $61,37. Brent diperdagangkan lebih besar $6,27 dari WTI. (frk)

Sumber: Bloomberg

Source

Oil extended gains above $54 a barrel as U.S. industry data showed both crude and gasoline inventories declined last week.

Futures added 0.4 percent in New York after rising 4.2 percent in the four sessions through Tuesday. Crude stockpiles dropped by 5.09 million barrels, while gasoline supplies fell by 7.7 million last week, the American Petroleum Institute was said to report. U.S. oil inventories probably decreased a fifth time in six weeks, according to a Bloomberg survey before government data Wednesday.

Global benchmark Brent crude topped $60 a barrel last month for the first time since July 2015, while West Texas Intermediate, the U.S. marker, jumped to an eight-month high as Saudi Arabia and Russia signaled support for extending supply cuts well into 2018. The market was also buoyed by conflict between the Iraqi central government and semi-autonomous Kurds that threatened crude production from northern fields.

WTI crude for December delivery traded at $54.57 a barrel on the New York Mercantile Exchange as of 9:02 a.m. in Seoul, up 19 cents. Total volume traded was about 65 percent below the 100-day average. The contract on Tuesday settled at $54.38, the highest close since Feb. 23. Prices climbed 5.2 percent last month.

Brent for January settlement added 12 cents, or 0.2 percent, to $61.06 a barrel on the London-based ICE Futures Europe exchange. The December contract expired Tuesday up 47 cents, or 0.8 percent, at $61.37. Brent traded at apremium of $6.27 to WTI.

Source: Bloomberg

 

 

PT SOLID GOLD BERJANGKA