Minyak Menuju Kerugian Mingguan Karena Meningkatnya Produksi AS Peringati IEA – Pt Solid Gold Berjangka

 

minyak7Pt Solid Gold Berjangka Semarang ~ Minyak menuju kerugian mingguan karena investor mempertahankan peningkatan produksi minyak mentah AS untuk melawan sebuah peringatan dari Badan Energi Internasional mengenai kekurangan pasokan global yang akan terjadi pada akhir tahun ini.

Kontrak berjangka di New York sedikit berubah pada hari Jumat, mencapai penurunan 1,3 persen untuk minggu ini. Sementara produksi minyak mentah AS melonjak menjadi 10,4 juta barel per hari pada pekan lalu, menurut data pemerintah, situasi yang menakutkan di sektor energi Venezuela dapat memperburuk defisit pasokan di seluruh dunia yang diperkirakan akhir tahun ini, kata IEA yang berbasis di Paris.

Minyak telah merosot mendekati $ 60 per barel selama bulan ini setelah melonjak ke level tiga tahun tertinggi di bulan Januari. Sementara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan produsen bersekutu melanjutkan pengurangan produksi untuk mengurangi kelebihan pasokan global, meningkatnya output AS telah memicu kekhawatiran bahwa output serpih Amerika akan membatasi kenaikan harga.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan April diperdagangkan pada level $ 61,22 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 3 sen pada pukul 9:18 pagi di Tokyo. Kontrak turun 82 sen pada minggu ini. Total volume yang diperdagangkan sekitar 80 persen di bawah rata-rata 100 hari.

Brent untuk penutupan harga untuk bulan Mei turun 2 sen ke level $ 65,10 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London. Kontrak merosot 0,6 persen pada minggu ini. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premi $ 3,82 untuk WTI pada bulan yang sama. (knc)

Sumber : Bloomberg

source

Oil headed for a weekly loss as investors weighed surging U.S. crude production against a warning from the International Energy Agency of an impending shortfall in global supplies later this year.

Futures in New York were little changed Friday, set for a 1.3 percent decline this week. While U.S. crude production jumped to 10.4 million barrels a day last week, according to government data, the dire situation in Venezuela’s energy sector may exacerbate a worldwide supply deficit expected later this year, the Paris-based IEA said.

Oil has been hovering close to $60 a barrel this month after surging to a three-year high in January. While the Organization of Petroleum Exporting Countries and allied producers continue production cuts to drain a global glut, rising U.S. output has stoked fears that American shale output will limit price increases.

West Texas Intermediate for April delivery traded at $61.22 a barrel on the New York Mercantile Exchange, up 3 cents at 9:18 a.m. in Tokyo. The contract is down 82 cents this week. Total volume traded was about 80 percent below the 100-day average.

Brent for May settlement lost 2 cents to $65.10 a barrel on the London-based ICE Futures Europe exchange. The contract is down 0.6 percent this week. The global benchmark traded at a $3.82 premium to WTI for the same month.

Source : Bloomberg

 

 

Pt Solid Gold Berjangka