Pt Solid Gold Berjangka ~ Minyak Pertahankan Keuntungan Karena Cadangan Minyak AS Turun

PT Solid Gold Berjangka

PT Solid Gold Berjangka

Pt Solid Gold Berjangka ~ Minyak mempertahankan keuntungan di bull market setelah penurunan mengejutkan dalam stok minyak AS, penurunan pertama sejak Badai Harvey melanda pesisir pantai Texas bulan lalu dan membuat kilang-kilang ditutup. Ekspor minyak mentah Amerika melonjak menuju rekor.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah naik 0,5 persen pada hari Rabu. Persediaan minyak mentah turun 1,85 juta barel pada pekan lalu, sementara laju kenaikan produksi minyak melambat, menurut laporan EIA. Sebagian besar analis yang disurvei Bloomberg memperkirakan kenaikan persediaan.

Minyak telah menguat lebih dari 10 persen dalam bulan ini karena perkiraan kenaikan permintaan minyak mentah, kembali beroperasinya kilang Pesisir Pantai Teluk AS setelah badai Harvey, dan karena Turki mengancam untuk menghentikan ekspor minyak Kurdi yang melalui wilayahnya. Produksi Libya naik lagi setelah mengalami gangguan, mendekati 1 juta barel per hari.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman November berada di $52,05 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 9 sen, pada pukul 09:14 pagi di Hong Kong. Harga WTI naik 26 sen menjadi $52,14 pada hari Rabu dan ditetapkan untuk kenaikan mingguan keempat.

Minyak Brent untuk settlement bulan November turun 19 sen menjadi $57,71 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Harga Brent turun 54 sen atau 0,9 persen menjadi $57,90 pada hari Rabu. Minyak mentah acuan global diperdagangkan lebih besar $5,66 dari WTI. (frk)

Sumber: Bloomberg

Source

Oil held gains in a bull market after a surprise drop in U.S. stockpiles, the first decline since Hurricane Harvey hit the Texas coast last month and shut refineries. American crude exports surged to a record.

Futures were little changed in New York after climbing 0.5 percent Wednesday. Crude inventories slid by 1.85 million barrels last week, while the pace of oil output gains slowed, according to an Energy Information Administration report. Most analysts surveyed by Bloomberg had forecast a stockpile increase.

Oil has advanced more than 10 percent this month on forecasts for rising crude demand, the return of U.S. Gulf Coast refiners after Harvey, and as Turkey threatened to halt Kurdish exports through its territory. Libyan output is climbing again after disruptions, nearing the 1-million barrel a day mark.

West Texas Intermediate for November delivery was at $52.05 a barrel on the New York Mercantile Exchange, down 9 cents, at 9:14 a.m. in Hong Kong. Prices rose 26 cents to $52.14 on Wednesday and are set for a fourth weekly gain.

Brent for November settlement slid 19 cents to $57.71 a barrel on the London-based ICE Futures Europe exchange. Prices lost 54 cents, or 0.9 percent, to $57.90 on Wednesday. The global benchmark crude traded at a premium of $5.66 to WTI.

Source: Bloomberg

 

PT SOLID GOLD BERJANGKA