PT Solid Gold Berjangka

Pak Jokowi, BBM Premium Jadi Dihapus 2021? | PT Solid Gold Berjangka

PT Solid Gold Berjangka Semarang | PT Pertamina (Persero) tunggu restu Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghapus BBM Premium secara total di Jawa, Madura dan Bali (Jamali) per 1 Januari 2021. Hanya melalui Peraturan Presiden (Perpres) yang bisa merealisasikan rencana tersebut.

“Kalau ada Premium mau dihapuskan itu pasti akan diterbitkan dulu regulasinya atau SK Menteri atau Perpres. Kalau Premium (mau dihapus) itu (harus sesuai) Perpres,” kata Vice President Promotion & Marketing Communication PT Pertamina, Arifun Dhalia dalam webinar yang diselenggarakan YLKI, Rabu (18/11/2020).

Sambil menunggu itu, pihaknya telah membatasi pasokan Premium dengan Program Langit Biru (PLB) yang memberikan harga Pertalite setara dengan Premium. Hal itu dilakukan agar masyarakat mau beralih dari Premium.

Pasalnya, negara ASEAN lainnya sudah tidak ada yang menjual BBM dengan kadar Research Octane Number (RON) 88 tersebut, kecuali Indonesia. Hanya ada 7 negara di dunia yang masih menggunakan BBM setara Premium.

Negara mana saja yang masih menggunakan BBM setara Premium?

“Hanya tinggal tujuh negara yang masih menjajakan setara premium ini yaitu Indonesia, Kolombia, Mesir, Mongolia, Bangladesh, Ukraina, dan Uzbekistan,” kata Arifun.

Tidak hanya itu, Indonesia juga menjadi negara dengan variasi BBM terbanyak dengan memiliki 6 jenis; RON 88 (Premium), RON 89, RON 90 (Pertalite), RON 92 (Pertamax), RON 95 (Pertamax Turbo), dan RON 98 (Pertamax Racing).

Di wilayah ASEAN lain, Singapura misalnya, hanya menjual 2 jenis BBM yakni RON 92 dan 98. Begitu juga di Malaysia, minimal yang dijual yaitu BBM RON 95 dan BBM RON 97. Kemudian di Thailand (BBM RON 91 & BBM RON 95), Filipina (BBM RON 91, BBM RON 95, BBM RON 97, dan BBM RON 100), Vietnam (BBM RON 92 dan BBM RON 95).

“Di tempat lain maksimum hanya 4 paling banyak 2 atau 3, jadi kira-kira ke depan kita perlu melakukan perbaikan dari jumlah varian (BBM) yang akan dijual di Indonesia,” tandasnya.

Arifun membeberkan alasan Indonesia masih mempertahankan Premium. Salah satunya yakni masalah ekonomi dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan BBM yang masih rendah.

“Sebenarnya ini kan banyak juga pengkonsumsi ini yang kurang sadar untuk mobilnya harusnya pakainya yang mahal. Tapi karena alasan ekonomi maka masih tetap pakai Premium,” ucapnya.

sumber:detik.com – PT Solid Gold Berjangka