minyak9Pt Solid Gold Berjangka ~ Minyak turun di bawah $ 45 per barel terhenti karena investor mempertimbangkan perkiraan penurunan stok minyak mentah AS terhadap meningkatnya output dari Libya, yang dibebaskan dari pengurangan output dari OPEC.

Kontrak sedikit berubah di New York setelah turun 1,2 persen pada hari Senin. Persediaan AS kemungkinan menyusut sebanyak 1,2 juta barel pada pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum rilis data Administrasi Informasi Energi pada hari Rabu. Libya memompa kilang minyak paling banyak dalam empat tahun terakhir setelah kesepakatan dengan Wintershall AG memungkinkan setidaknya dua ladang untuk melanjutkan produksinya.

Harga minyak mentah turun di bawah $ 45 per barel ke penutupan terendah dalam tujuh bulan pada pekan lalu di tengah kekhawatiran bahwa meningkatnya pasokan AS akan mengimbangi penurunan produksi oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia. Pedagang menyimpan lebih banyak minyak di laut di tengah karena melimpahnya produksi di wilayah Atlantik, sebuah tanda-tanda bahwa pasar tersebut jauh dari penyeimbangan kembali.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Juli, yang berakhir pada hari Selasa, berada 6 sen lebih tinggi pada level $ 44,26 per barel di New York Mercantile Exchange. Total volume yang diperdagangkan sekitar 8 persen di bawah rata-rata 100 hari. Kontrak teraktif untuk bulan Agustus naik 7 sen ke level $ 44,50 pada pukul 7:37 pagi waktu Hong Kong.

Brent untuk pengiriman Agustus turun 46 sen atau 1 persen, ke level $ 46,91 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London pada hari Senin. Minyak mentah acuan global mengakhiri sesi dengan premi $ 2,48 sampai Agustus untuk minyak WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg

Source

Oil slide below $45 a barrel stalled as investors weigh a forecast decline in U.S. crude stockpiles against a revival in output from Libya, which is exempt from the OPEC-led output cuts.

Futures were little changed in New York after falling 1.2 percent Monday. U.S. inventories probably shrank by 1.2 million barrels last week, according to a Bloomberg survey before Energy Information Administration data Wednesday. Libya is pumping the most oil in four years after a deal with Wintershall AG enabled at least two fields to resume production.

Crude slid below $45 a barrel to the lowest close in seven months last week amid concerns that rising U.S. supplies will offset output cuts by the Organization of Petroleum Exporting Countries and allies including Russia. Traders are storing more oil at sea amid swelling production in the Atlantic region, a sign the market is far from rebalancing.

West Texas Intermediate for July delivery, which expires Tuesday, was 6 cents higher at $44.26 a barrel on the New York Mercantile Exchange. Total volume traded was about 8 percent below the 100-day average. The more-active August contract rose 7 cents to $44.50 at 7:37 a.m. in Hong Kong.

Brent for August settlement fell 46 cents, or 1 percent, to $46.91 a barrel on the London-based ICE Futures Europe exchange on Monday. The global benchmark crude ended the session at a premium of $2.48 to August WTI.

Source : Bloomberg

 

 

PT SOLID GOLD BERJANGKA