Pt Solid Gold Berjangka ~ Saham Jepang naik untuk hari ketiga

Pt Solid Gold Berjangka ~ Saham Jepang naik untuk hari ketiga, didukung oleh saham eksportir, setelah yen mengalami penurunan tertajam dalam hampir enam minggu setelah pernyataan hawkish dari pejabat AS Federal Reserve.

Indeks Topix naik 0,2 persen ke level 1,343.06 pada pukul 09:02 pagi di Tokyo dan Nikkei 225 menguat 0,3% ke level 16,782.41. Yen diperdagangkan di level 102,73 per dolar setelah meluncur 1,2 persen hari Selasa, yang tercatat sebagai penurunan terbesar sejak 26 Agustus. Presiden Federal Reserve Bank of Richmond Jeffrey Lacker, Selasa mendesak bank sentral AS untuk menaikkan suku untuk menangkal kemungkinan kenaikan pada inflasi yang akan memaksa kenaikan lebih besar nantinya. Pernyataannya dirilis beberapa jam setelah Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Loretta Mester mengatakan bahwa ekonomi sudah matang untuk melakukan kenaikan suku bunga.

Kontrak pada Indeks S & P 500 tergelincir 0,1 persen. Indeks dasar ekuitas itu turun 0,5 persen haro Selasa. Mester Fed juga mengatakan “kasus ini akan tetap menarik” untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan November Fed, meskipun pertemuan itu dilakukan dalam jarak waktu yang dekat dengan pemilihan presiden AS. Investor melihat peluang 61 persen dari kenaikan suku bunga Fed pada bulan Desember pada hari Selasa, naik dari 50 persen seminggu sebelumnya. (Pt Solid Gold Berjangka )

Saham Asia di luar Jepang turun menyusul kekhawatiran bank sentral akan mengurangi stimulus, sementara indeks Topix menguat setelah yen melemah.

MSCI Asia Pacific tidak termasuk Jepang Index turun 0,5 persen ke level 454,28 pada pukul 09:05 pagi waktu Tokyo. Obligasi, mata uang dan saham terguncang pada hari Selasa setelah Bloomberg News melaporkan Bank Sentral Eropa kemungkinan untuk secara bertahap meningkatkan pembelian aset sehingga akan mengakhiri pelonggaran kuantitatif, pejabat yang meminta untuk tidak diidentifikasi mengatakan. Kemungkinan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember naik menjadi 61 persen pada Selasa, dari sekitar 50 persen seminggu sebelumnya. Indeks Topix naik 0,2 persen pada hari Rabu setelah yen mengalami penurunan terbesar terhadap dolar dalam lebih dari sebulan.

Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,6 persen, begitu juga dengan S & P / ASX 200 Index Australia. S & P / NZX 50 Index Selandia Baru turun 0,9 persen. Pasar China ditutup untuk sisa minggu ini, sedangkan di Hong Kong belum memulai trading saat berita ini diturunkan.

Kontrak pada indeks Hang Seng turun 0,1 persen di sebagian besar perdagangan terakhir. Indeks acuan Hong Kong naik 0,5 persen hari Selasa. (Pt Solid Gold Berjangka )

Sumber: Bloomberg

source
Japanese shares rose for a third day, buoyed by exporters, after the yen fell by the most in almost six weeks following hawkish remarks from U.S. Federal Reserve officials.

The Topix index advanced 0.2 percent to 1,343.06 at 9:02 a.m. in Tokyo and Nikkei 225 rose 0.3% to 16,782.41. The yen traded at 102.73 per dollar after sliding 1.2 percent on Tuesday, the most since Aug. 26. Federal Reserve Bank of Richmond President Jeffrey Lacker on Tuesday urged the U.S. central bank to hike rates to ward off a likely pickup in inflation that would force bigger increases later. His comments came hours after Federal Reserve Bank of Cleveland President Loretta Mester said the economy is ripe for an interest-rate increase.

Futures on the S&P 500 Index slipped 0.1 percent. The underlying equity gauge fell 0.5 percent on Tuesday. The Fed�s Mester also said �the case would remain compelling� for a rate hike at the Fed�s November meeting, despite its proximity to the U.S. presidential election. Investors saw a 61 percent chance of the Fed raising rates in December on Tuesday, up from 50 percent a week earlier.
Asian stocks outside Japan slid on concern central banks will reduce stimulus, while the Topix index climbed after the yen weakened.

The MSCI Asia Pacific Excluding Japan Index fell 0.5 percent to 454.28 as of 9:05 a.m. in Tokyo. Bonds, currencies and stocks were shaken Tuesday after Bloomberg News reported the European Central Bank is likely to gradually taper asset purchases as it ends quantitative easing, citing officials who asked not to be identified. The odds the Federal Reserve will raise interest rates by December climbed to 61 percent on Tuesday, from about 50 percent a week earlier. The Topix added 0.2 percent on Wednesday, bucking declines after the yen fell the most against the dollar in more than a month.

South Korea�s Kospi index lost 0.6 percent, as did Australia�s S&P/ASX 200 Index. New Zealand�s S&P/NZX 50 Index fell 0.9 percent. China�s markets are shut for the remainder of the week, while those in Hong Kong have yet to start trading.

Futures on the Hang Seng Index slipped 0.1 percent in most recent trading. Hong Kong�s benchmark index added 0.5 percent Tuesday.

Source: Bloomberg

 

PT SOLID GOLD BERJANGKA