Pt Solid Gold Berjangka~Tax Amnesty ” Indonesia VS Singapura”???

pajakKebijakan pengampunan pajak atau Tax Amnesty mulai diberlakukan pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pemerintah berharap kebijakan ini bisa membantu pembiayaan pembangunan negara.

Presiden Jokowi mengimbau kepada seluruh wajib pajak, termasuk pengusaha untuk memanfaatkan berbagai keuntungan yang ditawarkan dalam program pengampunan pajak. Dia menekankan bahwa Tax Amnesty adalah peristiwa yang tidak akan terulang lagi, itulah sebabnya wajib pajak harus memanfaatkannya sebaik mungkin.

“Program ini diharapkan dapat memberikan efek positif bagi perekonomian lebih luas termasuk bagi pembangunan infrastruktur, likuiditas sistem keuangan, dan pertumbuhan ekonomi,” kata Presiden Jokowi dalam sosialisasi Tax Amnesty, di hadapan 2.700 pengusaha Jawa Timur.

Presiden menjelaskan, pemberlakuan program pengampunan pajak ini bertujuan untuk membuat Indonesia menjadi lebih makmur dan sejahtera, dari mulai segi peningkatan pemasukan negara untuk pendidikan dan kesehatan, perbaikan nilai tukar Rupiah, peningkatan likuiditas perbankan nasional, dan peningkatan cadangan devisa.

Ternyata kebijakan Indonesia membuat Singapura kebakaran jenggot. Sebab, dana milik warga Indonesia yang disimpan di Singapura tidak kecil. Diperkirakan mencapai Rp 3.000 triliun.

Salah satu kebijakan Singapura untuk menggagalkan Tax Amnesty Indonesia adalah dengan menawarkan kewarganegaraan kepada anggota keluarga Indonesia yang menyimpan uang di Singapura.

Dengan menjadi warga Singapura, ketika era keterbukaan informasi Automatic Exchange of Information (AEOI) diberlakukan di 2017, pemerintahan Jokowi tidak bisa menjatuhkan sanksi denda pajak hingga 48 persen sekalipun.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengungkapkan bahwa pemerintah tidak takut dengan upaya ‘penjegalan’ Singapura. Dirinya bahkan termotivasi untuk semakin giat mensosialisasikan manfaat Tax Amnesty.

“Saya tidak takut dengan Singapura. Negara kecil begitu,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution juga meyakini upaya Singapura menjegal Tax Amnesty bakal menemui kegagalan. Sepanjang Indonesia bisa menyiapkan instrumen investasi dan insentif terbaik untuk menarik masuk dana yang ditanam konglomerat di luar negeri.

“Normal saja jika ada negara yang menyimpan banyak dana orang Indonesia, berusaha memberikan insentif untuk jangan pindah. Tapi tax amnesty kita itu sudah merupakan insentif yang sangat besar. Jadi, yang penting dengan insentif yang sangat besar dari tax amnesty itu instrumen penempatan disiapkan, sudah tinggal itu,” kata Menko Darmin di kantornya, Jakarta.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengatakan pihaknya akan menempuh langkah tegas untuk mengantisipasi upaya penjegalan negara lain. Salah satunya dengan memanfaatkan Automatic Exchange of Information (AEOI) setelah Indonesia menjadi anggota aktif Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) pada tahun 2017 untuk memperkaya informasi perpajakan.

Dengan AEOI, pemerintah bisa mendapatkan data wajib pajak mulai dari kepemilikan aset, simpanan, hingga kegiatan transaksi keuangan lainnya dari negara anggota lainnya.

“Ya semua negara pasti ingin survive. Tapi seperti saya katakan, pada tahun 2018 Singapura tidak bisa begitu lagi karena semua sudah terbuka, karena itu maka kita akan bertindak lebih keras setelah ini,” kata JK di Kementerian Keuangan, Jakarta.

Dia menambahkan, dengan langkah yang dilakukan Singapura, justru membuktikan bahwa Singapura merupakan negara yang menyimpan uang orang Indonesia paling banyak. Sehingga, pemerintah akan lebih gencar untuk menarik dana repatriasi dari negara tersebut.

“Langkah kami dengan menjalankan UU dengan keras, kalau datanya ada, tangkap orangnya, bayar dendanya. Kalau ini kan dibawanya tidak dibereskan. Kalau ditangkap, justru dinaikkan,” imbuhnya.(Pt Solid Gold Berjangka)

Kuping pejabat Singapura sontak ‘panas’ dengan serangan dari Indonesia. Dikutip dari Channel News Asia, Menteri Dalam Negeri dan Hukum Singapura K Shanmugam menulis dalam laman Facebooknya bahwa dia mengakui bahwa Singapura memang negara kecil dan hanya sebuah titik dibanding Indonesia. Namun, dia menegaskan bahwa Singapura dihormati dan sebuah negara sukses.

“Betul, kami hanya titik kecil. Kami mungkin kecil tapi kami dihormati dan sukses. Dan juga penduduk kami hidup bahagia. Tidak hidup dalam ketakutan,” tuturnya.

Dia heran ada pejabat Indonesia yang ingin menjatuhkan derajat negaranya dengan mengatakan bahwa Singapura hanya negara kecil.

Padahal, menurutnya, Singapura dan Indonesia sudah menjalin hubungan baik dalam 50 tahun terakhir. Kerjasama kedua negara pun berjalan menguntungkan dalam banyak hal.

“Tetapi sekarang, seseorang di Indonesia mengatakan bahwa kita harus tahu diri. Kita hanya sebuah titik merah kecil,” tulisnya.

Ketegangan pun akhirnya mereda usai Singapura membantah melakukan penjegalan. Hal ini disampaikan Menkeu Bambang usai bertemu dengan Deputi Perdana Menteri Singapura Tarman Shanmugaratnam dalam pertemuan negara-negara G20 di Chengdu, China.(Pt Solid Gold Berjangka)

“Secara informasi terkati tax amnesty, Deputi PM Singapura bicara langsung dengan saya bahwa Singapura tidak punya intensi apapun untuk mengganggu tax amnesty di Indonesia. Jadi beliau menyampaikan beliau itu setelah melihat langsung di lapangan melalui monetery authority di Singapura,” ujar Bambang di gedung DPR RI, Jakarta.

Selain itu, Singapura juga memastikan tidak ada instruksi apapun yang dikeluarkan untuk menahan warga negara Indonesia (WNI) membawa pulang uangnya ke Indonesia, salah satunya insentif yang diberikan oleh perbankan Singapura kepada WNI untuk mempertahankan uang mereka di negara macan Asia tersebut.

“Singapura bilang tidak melakukan upaya apalagi instruksi untuk mengganggu tax amnesty di Indonesia. Itu yang mereka sampaikan,” imbuhnya.

Pemerintah Singapura sendiri, dikutip dari Channel News Asia, juga membantah jika sejumlah bank negaranya berupaya menahan dana nasabah asal Indonesia pergi menggunakan sebuah skema khusus.

“Singapura tidak memangkas besaran pajaknya. Juga tidak mengubah kebijakan untuk merespon Tax Amnesty Indonesia,” ujar pernyataan dari Kementerian Keuangan dan Otoritas Moneter Singapura.

Sementara, pihak perbankan Singapura juga meyakinkan bahwa mereka mendukung program Tax Amnesty yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia.

“Perbankan Singapura mendukung program Tax Amnesty dari Indonesia. Program ini berguna bagi siapapun yang memiliki permasalahan pajak dengan otoritas negaranya,” ujar Wakil Presiden dari Monetary Authority of Singapore (MAS) Private Banking Industry Group, Tan Su Shan. (Pt Solid Gold Berjangka)

ditulis ulang oleh Pak Rt

Sumber Merdeka

Pt Solid Gold Berjangka