The Fed Kurang ‘Galak’, Harga Emas Masih Bisa Naik Nih | PT Solid Gold Berjangka

PT Solid Gold Berjangka Semarang | Harga emas dunia bergerak tipis hampir flat di perdagangan pasar spot pagi ini. Namun harga sudah berhasil menembus level US$ 1.800/troy ons.

Pada Kamis (8/7/2021) pukul 07:21 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.803,1/troy ons. Naik tipis 0,02% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan harga emas masih punya ruang untuk naik ke kisaran US$ 1.813-1.833/troy ons. Namun tetap ada risiko koreksi ke arah US$ 1.789/troy ons.

Hari ini, tekanan yang dialami harga emas sedikit mereda. Ini tidak lepas dari perkembangan nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat (AS) yang tidak sekuat kemarin.

Pada pukul 07:27 WIB, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) terkoreksi 0,07%. Penyebabnya adalah rilis notula rapat atau minutes of meeting bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) edisi Juni 2021.

Dalam notula, terungkap bahwa para peserta rapat sepakat bahwa ekonomi Negeri Paman Sam belum pulih betul dari dampak pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Namun jika sudah ada tanda-tanda yang jelas bahwa laju inflasi terakselerasi secara konsisten, maka The Fed akan siap bertindak.

“Para peserta rapat merasa bahwa pandemi masih membawa ketidakpastian. Oleh karena itu, dibutuhkan kesabaran untuk mengubah kebijakan. Namun memang sebagian besar peserta rapat menilai sudah ada risiko inflasi yang mengarahke atas sehingga The Fed perlu bersiap untuk melakukan tindakan jika risiko itu terwujud.

“Secara umum, para peserta rapat sepakat bahwa pengurangan pembelian aset (quantitative easing), jika sudah diperlukan, membutuhkan perencanaan yang matang. Salah satunya adalah ketika target-target yang dicanangkan Komite sudah tercapai,” papar notula itu.

The Fed yang sepertinya kurang hawkish membuat laju penguatan dolar AS tertahan. Tanpa sentimen pengetatan kebijakan (tapering off), dolar AS tidak punya ‘bensin’ untuk melaju kencang.

Situasi ini membuat tekanan terhadap harga emas berkurang. Emas dan dolar AS punya hubungan terbalik, saat dolar AS melemah maka harga emas akan bergerak sebaliknya.

Ini karena emas dalah aset yang dibanderol dengan dolar AS. Ketika dolar AS mengalami depresiasi, maka harga emas jadi lebih murah buat investor yang memegang mata uang lain. Permintaan emas meningkat, harga pun terangkat.

sumber: cnbcindonesia.com – PT Solid Gold Berjangka