Guru 'Cubit Siswa' Divonis Tiga Bulan PenjaraPt Solid Gold Berjangka ~ Tragis “Guru ‘Cubit Siswa’ Divonis Tiga Bulan Penjara “

Sidang Pengadilan Negeri Sidoarjo, Jawa Timur, menjatuhkan vonis tiga bulan penjara pada M Samhudi. Majelis hakim menyatakan Samhudi bersalah terkait tindakannya mencubit siswinya pada Februari 2016.

Ketua Majelis Hakim Rini Sesulih mengatakan terdakwa melakukan tindak pidana kekerasan pada anak. Sehingga hakim sepakat menjatuhkan hukuman pidana tiga bulan penjara.

“Terdakwa juga wajib membayar denda senilai Rp250 ribu, dan masa percobaan enam bulan,” kata Rini dalam sidang yang berlangsung pada Kamis (4/8/2016).

Samhudi tertunduk mendengar putusan tersebut. Setelah berkonsultasi dengan kuasa hukumnya, guru Matematika itu pun meminta waktu untuk memikirkan putusan tersebut.

“Saya minta waktu selama tujuh hari untuk pikir-pikir. Dan semuanya nanti saya serahkan ke pengacara saya,” singkat Samhudi usai sidang.

Priyo Utomo, kuasa hukum, mengaku akan mempertimbangkan putusan tersebut. Namun Priyo menyayangkan hakim tidak menjadikan beberapa hal sebagai pertimbangan. Misalnya, Sy melakukan visum tanpa seizin orangtuanya.

“Harusnya hal itu dapat penilaian. Dan kekuatan hukumnya juga di pertimbangkan. Penilaiannya seperti apa,” kata Priyo.

Samhudi berurusan dengan hukum setelah wali murid melaporkannya ke polisi pada 8 Februari 2016. Wali murid mengatakan Samhudi melakukan kekerasan fisik.

Kasus guru mencubit siswa kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Jawa Timur. Dalam sidang eksepsi, jaksa penuntut umum menegaskan terdakwa, guru M Samhudi, melakukan tindak kekerasan pada siswanya, Sy.

“Dalam artian, terdakwa yang melakukan kekerasan pada korban,” kata jaksa penuntut umum Andrianis di muka sidang, Kamis (28/7/2016).

Jaksa mengatakan terdakwa meminta korban membuka baju dan sepatu. Terdakwa lalu menyuruh korban mengalungkan sepatu di leher. Lalu terdakwa memukul punggung saksi sebanyak dua kali. Terdakwa juga menjepitkan jarinya pada lengan siswa.

Hasil visum, kata Andrianis, menemukan memar di lengan kanan korban. Kejadian itu pun membuat korban trauma.

“Korban sempat menyatakan ketakutannya tersebut terhadap guru-gurunya, bukan terhadap Majelis Hakim,” lanjut Andrianis.

Lantaran itu, jaksa mendakwa Samhudi dengan Undang Undang Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 204 perubahan terhadap UU Nomor 23 tahun 2002. Bahkan menurut korban, terdakwa sudah berulang kali melakukan tindakan tersebut.

“Ini adalah yang ketiga kalinya. Sebelumnya sudah dimaafkan korban. Tapi terdakwa membantah,” kata Andrianis.

Samhudi berurusan dengan hukum setelah wali murid melaporkannya ke polisi pada 8 Februari 2016. Wali murid mengatakan Samhudi melakukan kekerasan fisik.(Pt Solid Gold Berjangka)

Sumber MetroTV

Pt Solid Gold Berjangka