Kabar Baik! Ada Tanda-tanda Resesi Ekonomi AS Berakhir – PT Solid Gold

PT Solid Gold Semarang | Pandemi COVID-19 telah menimbulkan badai resesi ekonomi di banyak negara termasuk di Amerika Serikat (AS). Namun beberapa sinyal meredanya resesi di AS mulai terlihat.

Dilansir CNN, Selasa (29/6/2021), Biro Riset Ekonomi Nasional AS, National Bureau of Economic Research (NBER) memang belum resmi mengatakan resesi ekonomi berakhir. Namun tanda-tanda pemulihan mulai terlihat dari data pekerjaan, perumahan, dan pasar saham.

Beberapa ahli berpikir bahwa resesi ini mirip dengan yang terjadi pada tahun 1918, yang juga dipicu oleh pandemi yakni wabah influenza global. Namun saat itu penurunan ekonomi hanya berlangsung selama tujuh bulan.

Sedangkan resesi dari pandemi COVID-19 baru berakhir jika resmi dinyatakan oleh NBER. Biasanya lembaga itu akan mengumumkannya beberapa bulan setelah resesi benar-benar berakhir.

Memang beberapa sektor usaha masih jauh dari kondisi sebelum pandemi, seperti usaha kecil, ritel dan restoran, tapi di beberapa daerah sudah lebih baik.

PDB AS tumbuh lagi, melonjak dalam tiga kuartal terakhir setelah turun di paruh pertama tahun lalu. Pasar tenaga kerja juga mulai pulih, karena pekerja di sektor jasa yang terpukul keras sudah kembali bekerja. Laba para perusahaan juga telah pulih yang juga berdampak pada pasar saham. Pasar perumahan juga terus menguat.

“Kami tidak dalam penurunan lagi. Segalanya sangat kuat dan hampir seperti euforia,” kata CEO perusahaan real estat Arbor Realty Trust (ABR), Ivan Kaufman.

Real estat di perkotaan bukan satu-satunya sektor ekonomi yang bangkit kembali. Perusahaan pengelola investasi, ClearBridge Investments memiliki dasbor khusus untuk memantau risiko resesi, mulai dari indikator ekonomi, termasuk penjualan ritel, perumahan, harga komoditas, pasar kerja, dan pengiriman truk.

ClearBridge mengatakan bahwa sebagian besar dari indikator itu mencapai titik terendahnya pada Mei 2020. Namun kini 12 indikator itu sudah menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Analis di ClearBridge mengatakan dalam sebuah laporan bahwa resesi mungkin telah berakhir sekitar setahun yang lalu atau hanya berlangsung empat bulan setelah pandemi dimulai.

Namun ada kekhawatiran di tengah euforia ini, pertanyaannya adalah apakah roda ekonomi akan berputar terlalu cepat. Sehingga memaksa bank sentral AS, Federal Reserve untuk mengurangi pembelian obligasi dan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang telah diperkirakan.

“Setiap resesi berbeda dan ini tidak biasa. Tetapi pasar jelas telah bergerak dari pandemi. Investor fokus pada inflasi,” kata Direktur Penelitian Janus Henderson Investors, Matt Peron.

sumber:detik.com – PT Solid Gold