Solid gold – Pasar saham Asia jatuh pada hari Jumat dengan pasar mengikuti tren di Wall Street atas kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan di Zona Euro. Komposit Shanghai berkurang 0,31%, sedangkan Nikkei 225 anjlok 0,89% meskipun beberapa data lumayan optimis dari Tokyo. Sementara itu Jepang melaporkan PMI manufaktur untuk bulan Juli di 49,0, lebih baik dari tingkat 48,3 yang diharapkan, dan lebih tinggi dari 48,1 pada bulan Juni, meskipun masih di bawah ekspansi.

Di Sydney, S&P/ASX 200 menurun 0,32%.

Pasar saham di Asia menunjukkan sedikit reaksi terhadap pernyataan calon Partai Republik Presiden Donald Trump yang menyerukan negosiasi ulang atau menghentikan transaksi perdagangan, termasuk Trans-Pacific Partnership, dan mengkritik hubungan ekonomi dengan China yang lebih menguntungkan Beijing.

Semalam, saham AS turun tajam, Dow Jones Industrial Average menghentikan kemenangan beruntun sembilan hari, setelah Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengisyaratkan bahwa Dewan Pemerintahan siap untuk menerapkan langkah-langkah pelonggaran baru menyusul keputusan hari Kamis untuk mempertahankan suku bunga stabil.

Komentar Draghi menyeret saham di Wall Street sebelum tengah malam pada hari Kamis tadi, membantu mengakhiri kemenangan beruntun terpanjang di Dow dalam lebih dari tiga tahun. Sambil mengingatkan bahwa keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa telah menciptakan gejolak signifikan pada prospek ekonomi di kawasan euro, Draghi menekankan bahwa ECB bisa menggunakan semua perangkat yang ada di masa depan dalam jangka waktu dekat untuk meningkatkan perekonomian jika diperlukan. Akibatnya, investor di kawasan euro berangkat dari posisi beli di ekuitas AS, kembali ke saham berisiko di rumah masing-masing, di tengah sinyal yang luas bahwa ECB bisa menurunkan suku bunga dan memperluas cakupan program Pelonggaran Kuantitatif ketika bertemu lagi pada bulan September.

Dow kehilangan 77,80 atau 0,42% ke 18,517.23, sedangkan Indeks Komposit S&P 500turun 7,85 atau 0,36% ke 2,165.17. Kedua indeks mundur dari wilayah rekor pada hari Kamis.

Pada S&P 500, delapan dari 10 sektor ditutup di zona merah, saham Energi, Industri dan industri Teknologi melemah. Saham di sektor Utilitas dan Pelayanan Kesehatan memimpin, beringsut lebih tinggi pada sesi itu.

Indeks Komposit NASDAQ, sementara itu, jatuh 16,03 atau 0,31% ke 5,073.90, setelah kerugian besar diderita Intel (NASDAQ:NASDAQ:INTC) membebani saham semikonduktor.

Baik Dow dan S&P 500 mengalami penurunan terburuk dalam satu-sesi di lebih dari dua minggu.

Sumber:investing.com

SOLID GOLD BERJANGKA