Terima Kasih Greysia/Apriyani, Arigato Anthony Ginting! – PT Solid Gold

PT Solid Gold Semarang | Tim bulutangkis Indonesia sukses menyumbangkan satu medali emas dan satu medali perunggu bagi kontingen Indonesia di ajang Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang, kemarin.

Medali emas dipersembahkan oleh pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Duet Greysia/Apriyani sukses mengalahkan wakil China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dua set langsung 21-19 dan 21-15 di Musashino Forest Sport Plaza.

Sementara itu, masih dari tempat yang sama, medali perunggu dipersembahkan Anthony Ginting. Ginting berhasil menaklukkan pebulutangkis Guatemala Kevin Cordon dua set langsung 21-11 dan 21-13.

Ucapan terima kasih dan selamat tak ayal berdatangan bagi keberhasilan para pejuang bulutangkis tanah air. Misalnya saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan video call dengan Greysia/Apriyani. Seperti dilihat dari video yang diunggah akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (2/8/2021), Jokowi menyampaikan apresiasi atas prestasi mereka.

“Terima kasih. Selamat sore. Greysia dan Apri, saya mewakili seluruh rakyat Indonesia mengucapkan selamat atas keberhasilan emasnya,” ujarnya.

“Terima kasih pak,” jawab Greysia/Apriyani.

Jokowi pun kembali mengucapkan selamat lantaran Greysia/Apriyani sukses mempertahankan tradisi medali emas olimpiade bagi Indonesia.

“Saya betul-betul seneng banget,” kata Jokowi. “Terima kasih pak,” jawab Greysia/Apriyani.

Jokowi pun jujur mengakui sangat bangga dengan keberhasilan Greysia/Apriyani. Apalagi, lanjut kepala negara, saat lagu Indonesia Raya berkumandang.

Tak lupa, Jokowi menyampaikan selamat kepada pelatih Greysia/Apriyani, yaitu Eng Hian.

“Salam dari seluruh rakyat Indonesia yang sangat bangga, sangat bangga, sangat semuanya bangga terhadap Greysia dan Apri. Selamat sekali lagi, saya tunggu di Istana nanti,” ujar Jokowi.

“Siap pak, terima kasih, sampai ketemu,” jawab Greysia/Apriyani.

Medali emas Greysia/Apriyani memiliki makna mendalam. Selain menjadi yang pertama bagi kontingen Indonesia di Olimpiade 2020, pencapaian itu juga meneruskan tradisi emas Indonesia di kancah multicabang tersebut. Prestasi Greysia/Apriyani juga merupakan yang pertama dari sektor ganda putri sejak bulutangkis dipertandingkan di Olimpiade 1992 Barcelona.

“Peraih medali emas Olimpiade, kedengarannya brilian,” ujar Greysia sambil tertawa sebagaimana dikutip dari laman resmi PBSI.

“Saya kehabisan kata-kata. Kami di sini dan kami mendapat medali emas dan ini rasanya sesuatu yang tidak bisa diungkapan dengan kata-kata. Ini sangat berarti bagi kami. Saya berterima kasih kepada partner saya Apriyani bahwa dia mau berjuang bersama saya, mau berlari bersama dan saya sangat menghargainya,” lanjutnya.

Senada dengan Greysia, Apriyani juga mengaku bersyukur atas pencapaian ini.

“Saya tidak percaya ini yang telah saya raih. Saya benar-benar tidak menyangka akan sampai sejauh ini karena yang saya pikirkan hanyalah bagaimana melewati semua tantangan yang saya hadapi. Bagaimana saya bisa membalikkan keadaan dan bangkit kembali?,” ujarnya.

“Dan saya benar-benar memaksakan diri untuk datang sejauh ini dan melakukan yang terbaik yang saya bisa. Saya benar-benar ingin berterima kasih kepada Tuhan dan Kak Ge (Greysia). Juga terima kasih berkat doa dari keluarga dan seluruh masyarakat Indonesia kamj bisa meraih medali emas. Saya sangat senang dan bahagia,” lanjutnya.

Bagi Greysia, raihan ini adalah jawaban dari mimpinya selama ini.

“20 tahun yang lalu ketika saya berusia 13 tahun, saya tahu Indonesia belum membuat sejarah di ganda putri dan saya bersabar. Saya tahu saya dilahirkan untuk menjadi pemain bulutangkis dan saya memiliki keyakinan pada bahwa saya ingin membuat sejarah di bidang ini. Tuhan telah memberi saya mimpi dan keyakinan di hati saya bahwa saya memilih ini,” katanya.

“Ketika orang berkata: ‘Anda tidak akan berhasil, Indonesia tidak memiliki sejarah di ganda putri’. Tentu saja China dan Korea kuat di lapangan. Lalu kita semua tahu apa yang terjadi di London 2012, saya bangkit di Rio 2016 tapi belum juga berhasil mendapat medali. Tapi saya tetap sabar dan berkomitmen. Dibutuhkan komitmen untuk meraih mimpi dan emas. Dan di sinilah kami sekarang,” lanjutnya.

Secara terpisah, Ginting yang menjalani debut di olimpiade, merasa bahagia bisa mendapat medali perunggu.

“Pertama-tama, saya bersyukur kepada Tuhan atas pencapaian ini. Ini Olimpiade pertama saya,” kata Ginting seusai pertandingan.

“Ya targetnya sih pengen emas tetapi lawan juga sangat kuat. Saya sudah bekerja keras untuk tetap fokus dan maju ke pertandingan hari ini usai kekalahan kemarin. Saya bahagia dengan penampilan saya dan juga medali perunggunya,” lanjutnya.

Ginting mengaku sudah mengantisipasi permainan Cordon dengan mempelajari permainan lawannya itu.

“Saya menonton pertandingan terakhirnya melawan (Viktor) Axelsen. Saya mempelajari pola bermainnya dan saya berhasil menerapkan strategi yang saya inginkan,” ujar Ginting.

Secara terpisah, Ginting yang menjalani debut di olimpiade, merasa bahagia bisa mendapat medali perunggu.

“Pertama-tama, saya bersyukur kepada Tuhan atas pencapaian ini. Ini Olimpiade pertama saya,” kata Ginting seusai pertandingan.

“Ya targetnya sih pengen emas tetapi lawan juga sangat kuat. Saya sudah bekerja keras untuk tetap fokus dan maju ke pertandingan hari ini usai kekalahan kemarin. Saya bahagia dengan penampilan saya dan juga medali perunggunya,” lanjutnya.

Ginting mengaku sudah mengantisipasi permainan Cordon dengan mempelajari permainan lawannya itu.

“Saya menonton pertandingan terakhirnya melawan (Viktor) Axelsen. Saya mempelajari pola bermainnya dan saya berhasil menerapkan strategi yang saya inginkan,” ujar Ginting.

sumber: cnbcindonesia.com – PT Solid Gold