Yuk Bisa yuk! Pekan Ini Harga Emas Mau Tembus US$ 1.900 Guys – PT Solid Gold

PT Solid Gold Semarang | Token kripto paling populer di muka bumi kembali crash. Anjloknya harga Bitcoin cs semakin memberikan tenaga untuk harga emas menguat. Perlahan tapi pasti harga bullion mulai memangkas koreksinya yang terjadi di tahun ini.

Di awal pekan harga emas dunia di pasar spot mengalami kenaikan sebesar 0,28% dibanding posisi penutupan akhir pekan lalu. Kini si logam kuning berada di harga tertingginya dalam lima bulan terakhir.

Untuk 1 troy ons emas kini harganya dibanderol di US$ 1.886. Pada saat yang bersamaan Bitcoin harganya ambles ke US$ 35.000. Bagi mereka yang sudah memberikan warning bahwa kenaikan pesat Bitcoin dalam waktu singkat adalah bubble semakin yakin bahwa crash yang terjadi mendukung pendapat mereka.

Bitcoin dan token cryptocurrency lain merupakan aset berisiko. Berbeda dengan emas yang terkenal dari dulu sebagai aset safe haven. Di tengah kekhawatiran pasar akan pembalikan arah kebijakan moneter The Fed yang lebih cepat dari yang diperkirakan aset-aset berisiko kena tekanan jual.

Emas justru melenggang terus. Tren bullish si logam kuning diramal cenderung berlanjut. Survei Kitco terhadap analis Wall Street maupun investor menunjukkan bahwa setidaknya 70% dari responden masing-masing kelompok meyakini harga emas akan naik minggu ini.

Emas sudah berada di atas US$ 1.875/troy ons. Selanjutnya pelaku pasar menanti harga emas bakal melenggang ke US$ 1.900/troy ons. Dolar AS yang tetap tertekan, aset kripto yang semakin ambrol dan inflasi yang mulai meningkat tinggi menjadi bahan bakar emas untuk reli.

Banyak analis yang yakin bahwa emas bakal kembali ke level all time high yang sebelumnya disentuh pada Agustus tahun lalu di US$ 2.000/troy ons.

Apabila dilihat dari fundamental ekonomi pun risiko ketidakpastian semakin tinggi. Ketika dunia barat seperti Amerika Serikat dan Eropa mulai membuka kembali perekonomiannya, beberapa negara kawasan Asia justru melakukan hal sebaliknya.

India, Malaysia, Taiwan dan Singapura justru menghadapi kenaikan kasus infeksi Covid-19 yang memaksa mereka untuk kembali menerapkan lockdown. Eropa yang sering buka tutup perekonomian juga tercatat mengalami double dip recession alias resesi kambuhan.

Dengan berbagai risiko yang ada, tone di pasar yang berubah menjadi sedikit konservatif adalah hal yang wajar. Itulah mengapa emas kembali naik pamor dan lagi-lagi diburu banyak orang.

sumber:cnbcindonesia.com – PT Solid Gold