Solid Berjangka | Baru juga ‘Manggung’, Ada yang Ramal Harga Emas Terjun Bebas!

Solid Berjangka

Baru juga ‘Manggung’, Ada yang Ramal Harga Emas Terjun Bebas! – Solid Berjangka

Solid Berjangka Semarang | Emas dunia mulai manggung lagi. Sekarang harganya sudah semakin mendekati US$ 2.000/troy ons. Berkat pelemahan dolar AS, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun dan fenomena crash Bitcoin.

Posisi dolar AS terhadap mata uang lain terus melemah. Hal ini tercermin dari kembali terkoreksinya indeks dolar. Indeks tersebut kini berada di titik terendahnya dalam hampir dua bulan terakhir.

Tren pelemahan greenback juga diikuti oleh penurunan yield obligasi yang tadinya garang. Jika di akhir Maret yield tembus 1,75% sekarang yield sudah turun ke bawah 1,55%.

Pembalikan arah kedua aset keuangan tersebut membuat harga emas mendapatkan katalis positif. Sebagai aset yang tak memberikan imbal hasil, minat pegang emas sangat tergantung pada biaya peluangnya.

Ketika dolar AS dan yield obligasi naik, maka biaya peluang memegang emas meningkat dan emas menjadi kurang menarik sehingga dilepas para investor. Banyak investor yang pindah ke aset digital berupa cryptocurrency seperti Bitcoin.

Adanya outflow dari emas ke Bitcoin semakin menompa harga aset ini semakin tidak menompa harga aset ini semakin tidak rasional. Banyak yang melihat fenomena ini sebagai bubble. Tak lama setelah itu harga Bitcoin pun crash.

Jika minggu lalu harga Bitcoin masih di atas US$ 60.000/BTC. Kini harganya sudah turun ke US$ 52.845/BTC. Di saat itulah harga emas naik. Kemarin emas menguat 1% di pasar spot.

Hari ini, Kamis (22/4/2021) harga emas lanjut menguat meski sangat tipis dan cenderung stagnan dengan apresiasi 0,05%. Emas dibanderol di US$ 1.794,3/troy ons saat perdagangan pagi.

Di tengah kembali naik pamornya harga emas, seorang analis justru khawatir dengan pola pergerakan harga yang terbentuk. Ia adalah Mickey Fulp pencetus Mercenary Geologist Newsletter.

Dalam sebuah pemaparan kepada Kitco News, Fulp mengatakan bahwa ada peluang harga emas akan ambles hingga kurun waktu tahunan. Jika melihat tren pergerakan harga saat ini ada kemiripan dengan pola tahun 10 tahun silam ketika harga emas mulai tertekan hebat.

Sebab itulah Fulp cenderung netral terhadap emas. Menurutnya ada satu hal yang bisa menyelamatkan logam mulia ini yaitu inflasi yang tak terkendali. Dengan adanya likuiditas berlimpah dan kebijakan moneter longgar, ada kekhawatiran inflasi yang tinggi akan terjadi.

Jika melihat angka, analis dan pelaku pasar ada yang berspekulasi inflasi tinggi akan terjadi jika ekonomi semakin bergeliat karena ada penambahan hampir US$ 12 triliun ke neraca bank sentral dunia menurut catatan IMF.

Pasokan uang beredar yang tinggi itulah yang membuat banyak pihak inflasi tinggi bakal terjadi dan mampu membuat harga emas melesat tajam.

sumber : cnbcindonesia.com –  Solid Berjangka