Emas Disebut Undervalue 12%, tapi Jangan Buru-buru Borong!Solid Berjangka

Solid Berjangka Semarang | Harga emas dunia mampu bertahan di atas US$ 1.800/troy ons sejak Jumat pekan lalu, yang menjadi kabar bagus bagi investor emas. Sebab, banyak analis menganggap level tersebut sebagai kunci pergerakan emas ke depannya.

Kabar baiknya lagi, harga emas saat ini disebut undervalue 12% oleh Nitesh Shah, direktur riset di WisdomTree. Ia mengatakan melihat posisi dolar AS, suku bunga, dan inflasi, emas seharusnya diperdagangkan di kisaran US$ 2.000/troy ons.

“Emas menghadapi banyak tantangan, tetapi harganya jauh di bawah seharusnya, dan kita akan melihat harga akan bergerak naik,” kata Shah, sebagaimana dilansir Kitco, Selasa (31/8/2021).

Ia memprediksi harga emas akan mencapai US$ 1.970/troy ons di kuartal IV-2021, kemudian kembali turun ke US$ 1.860/troy ons di kuartal II-2021, sebabnya bank sentral AS (The Fed) yang akan melakukan tapering di akhir tahun ini.

Shah menambahkan, pasar emas akan sangat tergantung dari rapat kebijakan moneter The Fed bulan September, sebab ada ekspektasi akan diumumkan detail tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE). Selain tapering, outlook inflasi The Fed juga akan mempengaruhi proyeksi emas.

Sebelum ke pengumuman kebijakan moneter The Fed pada Kamis (23/9/2021) dini hari waktu Indonesia, perhatian akan tertuju pada rilis data tenaga kerja AS Jumat besok. Data tersebut dikatakan menjadi kunci kapan The Fed akan melakukan tapering.

Oleh karena itu, investor emas patut waspada sebelum rilis data tersebut.

Hasil survei Reuters menunjukkan data non-farm payrolls (NFP) atau penyerapan tenaga kerja di luar sektor pertanian, yang diperkirakan sebanyak 750.000 orang di bulan Agustus. Kemudian tingkat pengangguran diprediksi turun menjadi 5,2% dari sebelumnya 5,4%. Selain itu ada juga rata-rata upah per jam.

Pergerakan emas dalam dua hari terakhir yang hanya menguat tipis-tipis menunjukkan jika pasar menanti rilis data tenaga kerja tersebut.

Jika data tersebut dirilis lebih bagus dari prediksi, spekulasi tapering akan dilakukan lebih cepat tentunya akan menguat, dan memukul emas. Sebaliknya, jika lebih buruk dari prediksi maka emas berpotensi meroket.

sumber : cnbcindonesia.com – Solid Berjangka