Pt. Solid Gold Berjangka ~ Bank Indonesia dan bank sentral Korea Selatan diserag hacker. Serangan cyber ini terjadi setelah kelompok hacker Anonymous baru-baru ini bersumpah untuk menargetkan industri perbankan global.

Para pejabat terkait mengatakan tidak ada uang yang dicuri dalam serangan cyber ini. Serangan hacker terhadap Bank Indonesia (BI) menggunakan serangan yang dikenal sebagai Distributed Denial of Services (DDoS), serangan di mana hacker membombardir situs bank dengan “lalu lintas” palsu untuk memaksa sistem komputer  bank tidak berfungsi.

Belum ada konfirmasi apakah kelompok Anonymous berada di balik serangan cyber terhadap BI atau tidak.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ronald Waas, kepada Reuters mengatakan bahwa beberapa bank sentral sudah terkena serangan serupa dan telah berbagi alamat IP yang digunakan oleh hacker.

”Ada kerjasama regional antara bank sentral. Mereka yang mendapat serangan telah berbagi pengalaman,” ujarnya, yang dilansir semalam (21/6/2016).

Para pejabat bank sentral Indonesia menyatakan bahwa pihak bank mendeteksi 273 virus dan 67.000 pesan spam ke server email dan website hanya dalam beberapa jam pada hari Senin.

Sementara itu, pihak bank sentral Korea Selatan juga mengakui menjadi sasaran serangan DDoS pada bulan Mei.

Kelompok hacker Anonymous pada bulan Mei menyerang bank-bank sentral  Yunani dan Siprus juga dengan serangan DDos. Bank sentral di kedua negara itu, dianggap kelompok Anonymous sebagai bagian dari “kartel perbankan global”.

”Olympus akan jatuh,” bunyi suara video hacker saat menyerang bank sentral Yunani. “Seperti Icarus, kekuatan telah diterbangkan untuk dekat dengan matahari, dan waktunya telah datang untuk mengatur sayap kerajaan mereka terbakar,” lanjut suara video tersebut (solid gold)