minyaksolid gold berjangka ~ Berlimpahnya Pasokan Global Membuat Minyak Menuju Penurunan Mingguan

solid gold berjangka ~ Minyak menuju kerugian mingguan terhadap spekulasi kelimpahan minyak mentah global akan bertahan karena pasokan kembali terganggu dan pertumbuhan permintaan melambat.

Minyak berjangka turun 0,6 persen di New York, memperpanjang penurunan mingguan menjadi 4,9 persen. Anggota OPEC Libya dan Nigeria, yang pasokan telah berkurang akibat konflik dalam negeri, sedang mempersiapkan untuk meningkatkan ekspor dalam beberapa minggu mendatang. Surplus minyak akan bertahan lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya akibat turunnya pertumbuhan permintaan dan prooduksi terbukti tangguh, International Energy Agency mengatakan pada hari Selasa.

Minyak telah berfluktuasi sejak mengalami reli pada bulan Agustus di tengah spekulasi OPEC dan Rusia akan menyepakati langkah-langkah untuk menstabilkan pasar pada pertemuan di Aljir akhir bulan ini. Semua 14 negara anggota OPEC akan menghadiri pertemuan pada 27 September.

Minyak mentah WTI untuk pengiriman Oktober turun 28 sen menjadi $ 43,63 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 09:36 pagi di Sydney. Harga WTI pada hari Kamis naik 0,8 persen untuk ditutup di $ 43,91 per barel. Total volume perdagangan sekitar 58 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Minyak Brent untuk pengiriman November turun sebanyak 0,7 persen menjadi $ 46,25 per barel pada pukul 09:17 pagi waktu Singapura, setelah naik 74 sen, atau 1,6 persen, untuk menetap di $ 46,59 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, Kamis kemarin. Minyak acuan global untuk pengiriman November lebih besar $ 2,07 dari WTI.

Perusahaan Libya pada hari Rabu mencabut pembatasan penjualan minyak mentah dari pelabuhan Ras Lanuf, Es Sider dan Zueitina, yang berpotensi membuka pasokan sebesar 300.000 barel per hari. Di Nigeria, Exxon Mobil Corp. dikatakan siap untuk melanjutkan pengiriman minyak mentah Qua Iboe, sementara grade kedua Nigeria yang dioperasikan oleh Royal Dutch Shell Plc. dijadwalkan untuk memulai kembali sekitar 200.000 barel per hari dalam beberapa hari.

Cadangan minyak dunia akan terus berakumulasi hingga 2017, kelebihan pasokan untuk tahun keempat berturut-turut, menurut laporan IEA pada hari Selasa. Bulan lalu lembaga memprediksi pasar akan kembali ke kesetimbangan tahun ini.(solid gold berjangka)

Sumber: Bloomberg

source

Oil headed for a weekly loss on speculation a global crude glut will persist as disrupted supply returns and demand growth slows.

Futures fell 0.6 percent in New York, extending a weekly decline to 4.9 percent. OPEC members Libya and Nigeria, whose supplies have been reduced by domestic conflicts, are preparing to boost exports within weeks. The oil surplus will last longer than previously thought as demand growth slumps and output proves resilient, the International Energy Agency said Tuesday.

Oil has fluctuated since rallying in August amid speculation the Organization of Petroleum Exporting Countries and Russia would agree on measures to stabilize the market at a meeting in Algiers later this month. All 14 member countries will attend the Sept. 27 meeting, according to an official with knowledge of the plans.

West Texas Intermediate for October delivery fell 28 cents to $43.63 a barrel on the New York Mercantile Exchange at 9:36 a.m in Sydney. Prices on Thursday gained 0.8 percent to close at $43.91 a barrel. Total volume traded was about 58 percent below the 100-day average.

Brent for November settlement fell as much as 0.7 percent to $46.25 a barrel as of 9:17 a.m. Singapore time, after advancing 74 cents, or 1.6 percent, to settle at $46.59 a barrel on the London-based ICE Futures Europe exchange on Thursday. The global benchmark closed at a $2.07 premium to WTI for November delivery.

Libya�s state oil company on Wednesday lifted curbs on crude sales from the ports of Ras Lanuf, Es Sider and Zueitina, potentially unlocking 300,000 barrels a day of supply. In Nigeria, Exxon Mobil Corp. was said to be ready to resume shipments of Qua Iboe crude, while a second Nigerian grade operated by Royal Dutch Shell Plc is scheduled to restart about 200,000 barrels a day of flow within days.

World oil stockpiles will continue to accumulate through 2017, a fourth consecutive year of oversupply, according to an IEA report on Tuesday. Just last month the agency predicted the market would return to equilibrium this year.

Source: Bloomberg

solid gold berjangka