Solid Gold Berjangka

BLT Gaji Rp 600 Ribu/Bulan Ditransfer Lagi Minggu Depan | Solid Gold Berjangka

Solid Gold Berjangka Semarang | Bantuan subsidi upah/gaji Rp 600 ribu/bulan kembali ditransfer mulai awal November alias pekan depan. BLT gaji akan langsung ditransfer untuk 2 bulan, yakni Rp 1,2 juta.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menjelaskan bahwa bantuan subsidi gaji ditransfer ke masing-masing peserta dalam 2 termin. Termin pertama sudah dimulai sejak akhir Agustus dan prosesnya masih berlangsung hingga kini.

“Termin pertama sudah kita salurkan dan termin kedua akan kita salurkan pada awal November 2020,” kata dia melalui saluran YouTube BNPB Indonesia, Selasa (27/10/2020).

Ida juga menyinggung mengenai upah minimum tahun depan yang diputuskan tidak naik. Dia memastikan pemerintah tetap memerhatikan daya beli pekerja melalui BLT gaji dengan total nilai Rp 2,4 juta.

“Pemerintah akan tetap memerhatikan kemampuan daya beli para pekerja melalui subsidi upah yang sudah saya sampaikan tadi. Sesungguhnya bantalan sosialnya sudah kita siapkan, sudah disiapkan oleh pemerintah. Jadi pemerintah tidak begitu saja menetapkan (upah minimum) itu karena ada beberapa langkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah,” paparnya.

Bagaimana progres termin pertama? Baca di halaman selanjutnya.

1. Ida menjelaskan per 23 Oktober, bantuan subsidi gaji termin I atau periode bantuan September-Oktober yang sudah sampai ke peserta, tahap I 99,43%, tahap II 99,38%, tahap III 99,32%, tahap IV 95,04%, dan tahap V 97,39%.

Secara keseluruhan, BLT gaji ini sudah tersalurkan kepada 12.192.927 pekerja atau sebesar 98,30% dari target 12.403.896 orang yang memenuhi persyaratan.

Direktur Kelembagaan Kerja sama Hubungan Industrial (KKHI) Kemnaker, Aswansyah pada kesempatan sebelumnya mengatakan ada 152.220 pekerja yang belum menerima subsidi gaji.

“Ada beberapa penerima bantuan ini masih belum tersalurkan dikarenakan misalnya rekeningnya tidak aktif, rekeningnya diblokir, nama penerima bantuan di NIK dan di rekening itu berbeda. Nah itu yang jadi hambatan. Terus selanjutnya juga ada rekening yang belum dikliring oleh BI. Itu juga terjadi,” kata dia melalui saluran YouTube FMB9ID_IKP, Senin (26/10/2020).

Berdasarkan data yang dia sajikan ada 3 rekening dengan masalah duplikasi, 12.431 rekening yang sudah ditutup, 2.019 rekening pasif, 131.481 rekening tidak valid, 5.739 rekening dibekukan, 445 rekening tidak sesuai dengan NIK, dan 102 rekening tidak terdaftar di kliring.

“Strategi apa yang kita lakukan apabila rekening-rekening yang kita dapatkan dari teman-teman Himbara (bank BUMN penyalur) terjadi duplikasi, tidak aktif, tidak valid dan selanjutnya? itu kami meminta klarifikasi perbaikan kepada BPJS Ketenagakerjaan yang mana kami beri waktu selama 10 hari,” paparnya.

Setelah data-data itu dikembalikan ke BPJS Ketenagakerjaan dan selesai diperbaiki akan diteruskan kepada Kemnaker untuk kembali diserahkan ke bank untuk disalurkan.

sumber: detik.com- Solid Gold Berjangka