BOJ Pertahankan Kebijakan Moneternya Tidak Berubah – Solid Gold Berjangka

 

Solid Gold Berjangka – Bank of Japan membiarkan stimulus moneternya tidak berubah seiring mereka memperbarui perkiraan harga yang mengkonfirmasi bahwa itu tidak akan memenuhi target inflasi untuk tahun-tahun mendatang.

Seperti yang diperkirakan oleh 46 ekonom yang disurvei Bloomberg, BOJ terjebak dengan kebijakan suku bunga dan target pembelian aset, sebuah pernyataan menunjukkan hari Rabu. Perkiraan bank sentral dalam laporan kuartalannya memperlihatkan bahwa inflasi akan tetap di bawah target 2 persen hingga setidaknya awal 2021.

Ini akan membuat BOJ tertinggal lebih jauh di belakang rekan-rekan globalnya dalam bergeser dari kebijakan-kebijakan moneter era krisis, dengan Federal Reserve menaikkan suku bunga dan Bank Sentral Eropa menghentikan program pembelian obligasinya. Seraya berlanjut dengan biaya pinjaman ultra-rendah dan program pembelian aset besar-besaran yang berkontribusi terhadap meningkatnya utang dan risiko keuangan di Jepang, Kebiajakan itu juga membatasi keuntungan dalam yen, yang membantu eksportir dan pasar saham.

BOJ mengubah pandangannya pada risiko terhadap ekonomi pada tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2019, mengatakan mereka condong ke sisi negatifnya, dibandingkan dengan “umumnya seimbang” sebelumnya.

Setiap komentar dari Kuroda tentang dampak stimulus pada bank Jepang juga akan menjadi sorotan. BOJ mencatat profitabilitas bank melemah dalam laporan sistem keuangan semi-tahunan yang dirilis pekan lalu, dan menyatakan kekhawatiran bahwa karena kondisi mereka, kejutan eksternal dapat menyebabkan mereka mundur dari pinjaman lebih dari biasanya sehingga menempatkan ekonomi pada risiko. (sdm)

Sumber: Bloomberg

source

The Bank of Japan left its monetary stimulus unchanged as it updated price forecasts that confirm it won’t meet its inflation target for years to come.

As predicted by all 46 economists surveyed by Bloomberg, the BOJ stuck with its policy interest rates and asset-purchase targets, it said in a statement Wednesday. The central bank forecast in its quarterly outlook report that inflation will remain below its 2 percent target through until at least early 2021.

This will see it fall even further behind its global peers in shifting away from crisis-era monetary policies, as the Federal Reserve raises interest rates and the European Central Bank halts its bond-purchase program. While continuing with ultra-low borrowing costs and a massive asset-purchase program contributes to rising debt and financial risks in Japan, it is also capping gains in the yen, which helps exporters and the stock market.

The BOJ changed its view on risks to the economy in the fiscal year ending in March 2019, saying they are skewed to the downside, compared with “generally balanced” previously.

Any comments from Kuroda’s on the impact of stimulus on Japanese banks will also be under the spotlight. The BOJ noted banks’ weakening profitability in its semi-annual financial system report released last week, and expressed concern that because of their condition an external shock could cause them to pull back from lending more than usual, putting the economy at risk.

Source: Bloomberg

 

Solid Gold Berjangka