Degdegan Nih, Apakah Ini Saat yang Tepat Beli Emas? | Solid Gold Berjangka

Solid Gold Berjangka Semarang | Pertanyaan kapan waktu yang pas membeli emas memang terus mengemuka bagi para investor lagi memilih emas batangan untuk menjadi investasinya.

Selasa kemarin (27/7), harga emas dunia memang masih volatil dan kondisi ini sudah terjadi sejak pekan lalu. Volatil artinya, emas bergerak naik atau turun cukup signifikan, kemudian berbalik arah dalam waktu singkat.

Pergerakan tersebut menunjukkan pelaku pasar masih ragu ke mana emas akan melangkah, maklum saja ada faktor yang sangat menentukan di pekan ini, pengumuman kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Federal Reserve (The Fed).

Melansir data Refinitiv, harga emas dunia hingga Selasa sore kemarin bergerak naik turun di kisaran US$ 1.792/troy ons hingga US$ 1.801/troy ons.

Dalam beberapa hari terakhir, rentangnya lebih lebar, tetapi di akhir perdagangan selalu melemah atau menguat tipis dan tidak jauh dari US$ 1.800/troy ons.

Hal tersebut membuat harga emas Antam di dalam negeri juga bergerak tipis-tipis tetapi dalam tren menurun. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. saat ini masih berada di level termurah dalam 3 pekan terakhir.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com Selasa pagi kemarin, harga emas batangan turun Rp 2.000/gram. Emas dengan berat 1 gram dijual Rp 940.000/batang, secara persentase turun 0,21%.

Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram. Tetapi harga jualnya belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.

Kapan Beli?

Sebetulnya arah pergerakan emas baru akan lebih jelas setelah The Fed mengumumkan kebijakan moneter pada Kamis dini hari waktu Indonesia, sehingga patut waspada jika ingin berinvestasi emas sebelum pengumuman tersebut.

Analis dari Commerzbank mengatakan investor emas mengurangi eksposur mereka terhadap logam mulia jelang pengumuman kebijakan moneter The Fed.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh data dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) menunjukkan berkurangnya kontrak beli (long) dan jual (short) pada pekan yang berakhir 13 Juli. Artinya para pelaku pasar untuk sementara keluar dari pasar emas. Maklum saja, kebijakan The Fed bisa mengubah arah pergerakan emas dalam waktu singkat.

Data dari CFTC menunjukkan posisi long turun sebanyak 775 kontrak menjadi 135.163 kontrak, sementara posisi short penurunannya jauh lebih besar, 4,912 kontrak menjadi 44.735 kontrak. Sehingga posisi saat ini masih net long lebih dari 90 ribu kontrak.

“Pasar emas berhenti sejenak untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya, tetapi saya pikir dengan pertumbuhan ekonomi global yang berisiko melambat, emas akan diuntungkan,” kata Rob Haworth, analis dari U.S Bank Wealth Management, sebagaimana dilansir Kitco, Senin (26/7/2021).

Pernyataan tersebut bisa menjelaskan dominannya posisi long dari laporan CFTC.

Tetapi, ekspektasi emas akan melaju kencang lagi akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi global bisa buyar jika The Fed mengindikasikan tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) akan dilakukan dalam waktu dekat. Tidak sekedar buyar, tetapi harga emas berisiko anjlok.

Analis dari Commonwealth Bank of Australia (CBA) memprediksi akan The Fed akan memberikan sinyal waktu tapering sudah dekat, dan akan membuat dolar AS perkasa.

“Kita memperkirakan komite pembuat kebijakan moneter (FOMC) akan menghilangkan kata ‘substansial’ dari ‘kemajuan substansial lebih lanjut’ dalam panduan kebijakannya” kaya analis dari CBA Joseph Capurso dalam sebuah catatan kepada nasabahnya, sebagaimana dikutip CNBC International, Senin (26/7/2021).

“Menghilangkan kata ‘substansial’ akan menjadi sinyal FOMC yakin dalam waktu dekat akan melakukan pengurangan nilai QE, dan pengumuman tapering resmi akan dilakukan di bulan September nanti” tambahnya.

Apa pun prediksi analis mengenai The Fed, akan terjawab pada Kamis dini hari waktu Indonesia, dan emas akan meresponnya.

sumber: cnbcindonesia.com – Solid Gold Berjangka