Emas Makin Disayang, Saat Dolar AS & Aset Kripto Dibuang | Solid Gold Berjangka

Solid Gold Berjangka Semarang | Harga logam mulia emas sedikit turun ke bawah US$ 1.900/troyons pagi ini, Rabu (2/6/2021). Harga emas melorot 0,06% ke US$ 1.899/troyons.

Indeks dolar AS naik tetapi masih di bawah level 90. Sementara harga asetcryptocurrencyBitcointertahan di kisaran level US$ 36.000/BTC. Sejak minggu terakhir bulan Mei lalu harga Bitcoin susah kembali ke level US$ 40.000.

Tren ‘buang dolar’ dan tertekannya harga Bitcoin menjadi katalis positif untuk harga emas sehingga bisa tembus ke atas US$ 1.900/troy ons. Secara teknikal harga emas saat ini sudah berada di atas rata-rata pergerakan harga 200 hariannya (moving average/MA200).

Selain itu garis MA50 juga sudah memotong ke tas garis MA100. Apabila emas masih terus konsisten mencatatkan penguatan dan garis MA50 berhasil memotong ke atas MA200, maka polagolden crossakan terbentuk dan trenbullishemas akan semakin terkonfirmasi.

Data dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) yang dirilis Jumat lalu menunjukkan posisi jual (short) dolar AS berada di level tertinggi sejak akhir Februari.

Nilai net short dolar AS pada pekan yang berakhir 25 Mei dilaporkan sebesar US$ 27,89 miliar, naik tajam dibandingkan posisi net short sepekan sebelumnya US$ 15,07 miliar.

Naiknya posisi net short tersebut menunjukkan semakin banyak pelaku pasar yang “membuang” dolar AS sebab diprediksi nilainya akan akan melemah.

Para analis mengatakan, jebloknya bitcoin dan mata uang kripto lainnya membuat harga emas kembali menanjak. Bahkan, prediksi yang ekstrim pun kembali muncul, emas dikatakan bisa ke atas US$ 5.000/troy ons oleh Scott Minerd selaku CIO Guggenheim’s.

“Saat uang meninggalkan crypto dan orang-orang masih mencari aset untuk lindung nilai dari inflasi, emas dan perak akan menjadi tempat investasi yang baik.” kataMinerd, sebagaimana dilansir Kitco.

“Emas perlahan akan naik. Jika ekspektasi inflasi semakin tinggi, maka emas akan menjadi pelarian pelaku pasar. Satu hal yang perlu kita perhatikan adalah dolar AS. Jika indeks dolar AS kembali ke level 93 hingga 94, maka akan sulit bagi emas untuk melanjutkan penguatan. Sementara jika indeks dolar AS di kisaran 90, maka akan bagus bagi emas,” kata John Meyer, co-director di Walsh Trading, sebagaimana dilansirKitco, Jumat (28/5/2021).

sumber: cnbcindonesia.com – Solid Gold Berjangka