blokir-konten-pornosolid gold berjangka ~ Kominfo Blokir 760 Ribu Situs Pornografi

solid gold berjangka ~ Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) baru saja merilis data mengenai jumlah konten yang diblokir di dunia maya. Dalam datanya, paling banyak yang diblokir adalah situs dan akun sosial media yang berbau pornografi perjudian dan penipuan atau perdagangan ilegal.

Hal ini diungkap Plt. Kepala Informasi dan Humas Kemenkominfo, Noor Iza. Dalam laporannya, sampai Juli 2016 ini, terdapat 767.319 situs pornografi yang masuk Trust+Positif.

Dijelaskan Noor Iza, pada laporan di Juli 2016, ada penambahan 580 situs yang masuk daftar Trust+Positif. Sebanyak 398 situs di antaranya adalah terkait pornografi, 27 situs berkaitan dengan penipuan dan sebanyak 155 situs terkait perjudian.

“Sampai Juni 2016 ada 796.924 situs diblokir. Dengan penambahn ini berarti total sampai Juli 2016 ada 770.504 situs yang masuk Trust+Positif,” kata dia, dalam pesan singkatnya, Jumat, 19 Agustus 2016.

Sedangkan untuk akun sosial media, sampai Juni 2016, total ada 4.249 akun sosial media yang diblokir. Dengan penambahan 353 akun terblokir, total ada 4.602 akun dan user generated content (UGC) yang diblokir.

“Ini data baru, ada penambahan 338 akun Twitter yang diblokir karena berkarakteristik prostitusi online. Sampai akhir Juli 2016, ada total penambahan 353 akun sosial media yang diblokir, termasuk 11 dari akun Facebook dan 4 merupakan akun YouTube,” papar Noor Iza.

Ketagihan menonton konten porno di internet mempunyai efek yang perlu diwaspadai, khususnya bagi pria. Terapis psikoseksual Nottingham University Hospital, Inggris Angela Gregory mengingatkan bahaya menonton porno secara online secara berlebihan.

Dikutip dari Business Insider, Senin, 15 Agustus 2016, Gregory mengungkapkan, telah ada peningkatan jumlah pria remaja dan usia 20 tahunan yang menderita problem disfungsi ereksi. Sayangnya, data Gregory mengatakan tak punya data detail jumlah kenaikan yang dimaksud. Dia menuturkan, kenaikan jumlah tersebut itu terkait dengan ketagihan menonton porno di internet.

“Apa yang telah saya lihat lebih dari 16 tahun, khususnya lima tahun terakhir ini, ada peningkatan jumlah pria muda (disfungsi ereksi)” ujar dia kepada BBC Newsbeat.

Dia mengatakan, selama ini data yang ada di kliniknya menunjukkan kecenderungan pria yang lebih banyak bertandang ke ruang praktiknya. Pria muda yang datang mengeluhkan soal problem disfungsi ereksi, sedangkan pria yang lebih tua datang karena problem di luar porno, yaitu diabetes, penyakit terkait jantung dan penyakit kekebalan tubuh multiple sclerosis (MS).

“Pria muda tersebut tak punya penyakit organik, mereka sudah diuji oleh dokter umum dan semuanya baik-baik saja,” kata dia.

Gregory berkesimpulan problem pria muda tersebut terkait aktivitas menonton porno lantaran dia telah mengonfirmasinya.

“Salah satu penilaian saya, saya akan selalu menanyakan tentang pornografi dan kebiasaaan masturbasi, karena ini bisa jadi penyebab masalah mereka, dalam mengelola ereksi dengan pasangan,” kata dia.

Dia menasehati, bagi siapapun yang punya problem yang terkait dengan porno agar pertama kali berbicara dan berkonsultasi dengan dokter umum, sebelum datang ke terapi atau konsultasi ke dokter spesialis.

sumber viva.co.id