Solid Gold Berjangka ~ Minyak Diperdagangkan Dekati $ 56 Karena Stok AS Lanjutkan Penurunan

 

minyak10Solid Gold Berjangka ~ Minyak diperdagangkan mendekati level $ 56 per barel sebelum data pemerintah AS diperkirakan menunjukkan stok minyak mentah kembali mengalami penurunan.

Kontrak berjangka untuk bulan Januari sedikit berubah di New York setelah turun 0,5 persen pada hari Senin. Persediaan mungkin menyusut 2,25 juta barel pekan lalu, penurunan pertama dalam tiga minggu terakhir, menurut survei Bloomberg sebelum data dari Administrasi Informasi Energi pada hari Rabu. OPEC perlu memperpanjang pemotongan produksi untuk membantu mengurangi kelebihan pasokan, menurut Uni Emirat Arab.

Harga minyak telah mereda dari level dua tahun tertinggi karena Rusia meragukan keputusan untuk memperpanjang pembatasan pasokan yang dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak. OPEC akan mendapatkan pengarahan dari Citigroup Inc. dan konsultan energi pada hari Rabu karena mempelajari apakah akan memperpanjang pemotongan pada KTT tingkat menteri pekan depan, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Januari berada di level $ 56,35 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 7 sen, pada pukul 7:25 pagi waktu Hong Kong. Total volume yang diperdagangkan sekitar 93 persen di bawah rata-rata 100 hari. Kontrak untuk bulan Desember yang berakhir hari Senin setelah jatuh 0,8 persen menjadi $ 56,09.

Brent untuk pengiriman bulan Januari melemah 50 sen atau 0,8 persen ke level $ 62,22 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London pada hari Senin. Minyak mentah acuan global mengakhiri sesi dengan premi sebesar $ 5,80 untuk minyak WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg

source

Oil traded near $56 a barrel before U.S. government data forecast to show crude stockpiles resumed declines.

January futures were little changed in New York after dropping 0.5 percent on Monday. Inventories probably fell by 2.25 million barrels last week, the first decline in three weeks, a Bloomberg survey shows before data from the Energy Information Administration on Wednesday. OPEC needs to extend output cuts to help drain the remaining glut, according to the United Arab Emirates.

Oil has eased from a two-year high as Russia cast doubts on the timing of a decision to extend supply curbs led by the Organization of Petroleum Exporting Countries. OPEC will get briefings from Citigroup Inc. and energy consultants on Wednesday as it studies whether to prolong the cuts at a ministerial summit next week, people familiar with the matter said.

West Texas Intermediate for January delivery was at $56.35 a barrel on the New York Mercantile Exchange, down 7 cents, at 7:25 a.m. in Hong Kong. Total volume traded was about 93 percent below the 100-day average. The December contract expired Monday after falling 0.8 percent to $56.09.

Brent for January settlement lost 50 cents, or 0.8 percent, to $62.22 a barrel on the London-based ICE Futures Europe exchange on Monday. The global benchmark crude ended the session at a premium of $5.80 to WTI.

Source : Bloomberg

 

 

SOLID GOLD BERJANGKA