Solid Gold Berjangka ~ Minyak Mentah Perpanjang Penurunan Dibawah $ 50 Di tengah Rekor Pengiriman dari AS

 

minyak7Solid Gold Berjangka ~ Minyak turun untuk hari keempat karena melimpahnya minyak mentah AS menghidupkan kembali kekhawatiran akan kekeringan global.

Kontrak berjangka di New York turun sebanyak 0,3 persen setelah melemah di bawah $ 50 per barel untuk pertama kalinya dalam dua minggu terakhir pada hari Rabu. Ekspor minyak mentah melonjak ke rekornya 1,98 juta barel per hari dan produksi meningkat untuk minggu keempat, menurut data dari Administrasi Informasi Energi pada hari Rabu. Sebuah depresi tropis yang bisa tumbuh menjadi badai diperkirakan akan bergerak menuju Pantai Teluk AS pada hari Minggu, yang berpotensi mematikan minyak lepas pantai dan gas alam.

Sementara rally pada bulan September membantu mendorong harga minyak ke pasar bullish, harga telah tergelincir kembali di tengah kekhawatiran adanya kelebihan pasokan setelah data terakhir menunjukkan output OPEC meningkat pada bulan lalu. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan di Moskow bahwa kemungkinan perpanjangan kesepakatan dengan OPEC untuk mengurangi produksi, yang akan berakhir pada bulan Maret, “setidaknya harus sampai akhir 2018.”

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun sebanyak 13 sen ke level $ 49,85 per barel di New York Mercantile Exchange, dan berada di level $ 49,88 pada pukul 8:39 pagi waktu Tokyo. Total volume yang diperdagangkan sekitar 75 persen di bawah rata-rata 100 hari. Harga merosot 44 sen atau 0,9 persen menjadi $ 49,98 pada hari Rabu.

Brent untuk penyelesaian Desember lebih rendah 20 sen untuk mengakhiri sesi di level $ 55,80 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London pada hari Rabu. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premium sebesar $ 5,48 sampai Desember untuk minyak WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg

Source

Oil fell for a fourth day as a flood of U.S. crude reignited concerns over a global glut.

Futures in New York fell as much as 0.3 percent after dropping below $50 a barrel for the first time in two weeks on Wednesday. Crude exports jumped to a record 1.98 million barrels a day and production rose for a fourth week, Energy Information Administration data showed Wednesday. A tropical depression that could grow into a hurricane is forecast to strike the U.S. Gulf Coast late Sunday, potentially shutting down offshore oil and natural gas rigs.

While a rally in September helped propel oil into a bull market, prices have slipped back amid fears of an oversupply after recent data showed OPEC outputincreased last month. Russian President Vladimir Putin said in Moscow that a possible extension of the deal with OPEC to reduce production, due to expire in March, �should be at least until the end of 2018.�

West Texas Intermediate for November delivery slid as much as 13 cents to $49.85 a barrel on the New York Mercantile Exchange, and was at $49.88 at 8:39 a.m. in Tokyo. Total volume traded was about 75 percent below the 100-day average. Prices fell 44 cents, or 0.9 percent, to $49.98 on Wednesday.

Brent for December settlement declined 20 cents to end the session at $55.80 a barrel on the London-based ICE Futures Europe exchange on Wednesday. The global benchmark crude traded at a premium of $5.48 to December WTI.

Source : Bloomberg

 

 

SOLID GOLD BERJANGKA