Minyak Menuju Penurunan Tahunan Terbesarnya Sejak 2015 Karena Kekhawatiran Kelebihan Pasokan

 

Solid Gold Berjangka – Minyak bersiap untuk penurunan tahunan terbesarnya sejak 2015 lalu di tengah kekhawatiran yang berlarut-larut atas kelebihan pasokan dan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Solid Gold Berjangka

Kontrak berjangka di New York naik 2,9 persen dan berada di jalur untuk kerugian 24 persen tahun ini. Rusia, yang menyepakati pengurangan produksi tahun depan dengan OPEC, mengisyaratkan akan meningkatkan produksi pada paruh kedua tahun 2019 jika kesepakatan itu tidak diperpanjang. Sementara itu, sebuah laporan industri menunjukkan peningkatan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah AS menambah kekhawatiran tentang kelebihan pasokan.

Rusia dapat mempertahankan produksi minyaknya pada tahun 2019 tetap datar tahun depan di 556 juta ton, bahkan di bawah perjanjian OPEC + saat ini untuk memangkas produksi, Menteri Energi Alexander Novak mengatakan kepada wartawan di Moskow.

Persediaan minyak mentah AS naik 6,92 juta barel pada pekan lalu, menurut laporan dari American Petroleum Institute.

Stok nasional mungkin turun 3,4 juta barel pekan lalu, menurut survei analis Bloomberg sebelum data Administrasi Informasi Energi yang akan dirilis Jumat ini.

Minyak mentah WTI untuk pengiriman bulan Februari menambahkan $ 1,30 ke level $ 45,91 / bbl di Nymex pada jam 9:40 pagi di Tokyo.

Minyak Brent untuk pengiriman bulan Februari yang berakhir hari Jumat, turun sebanyak $ 2,31 ke level $ 52,16 / bbl di ICE Futures Europe exchange pada hari Kamis. (knc)

Sumber : Bloomberg

source

Oil is poised for its biggest annual loss since 2015 on lingering concerns over a supply glut and a slowdown in economic growth.

Futures in New York rose 2.9 percent and are on course for a 24 percent loss this year. Russia, which agreed on output cuts next year with OPEC, signaled it may ramp up production in the second half of 2019 if the deal isn’t extended. Meanwhile, an industry report showing a surprise increase in U.S. crude inventories added to worries about an oversupply.

Russia may keep its 2019 oil production flat next year at 556 million tons, even under current OPEC+ agreement to cut output, Energy Minister Alexander Novak tells reporters in Moscow.

U.S. crude inventories rose 6.92 million barrels last week, the American Petroleum Institute was said to report.

Nationwide stockpiles probably fell 3.4 million barrels last week, according to a Bloomberg survey of analysts before Energy Information Administration data due Friday.

WTI for Feb. delivery added $1.30 to $45.91/bbl on Nymex at 9:40am in Tokyo.

Feb. Brent, which expires Friday, -$2.31 to $52.16/bbl on ICE Futures Europe exchange on Thursday.

Source : Bloomberg

 

Solid Gold Berjangka