Minyak Perpanjang Penurunannya Karena Data Industri Menunjukkan Persediaan AS Melonjak – Solid Gold Berjangka

 

Solid Gold Berjangka ~ Minyak memperpanjang penurunannya di bawah $ 69 per barel karena data industri menunjukkan persediaan minyak mentah AS melonjak.

Kontrak berjangka di New York turun sebanyak 0,8 persen setelah penurunan sebesar 2 persen pada hari Selasa. Stok nasional di AS bertambah 5.59 juta barel pada pekan lalu, menurut laporan dari American Petroleum Institute. Itu berbeda dengan perkiraan untuk penurunan 3 juta barel dalam survei Bloomberg terhadap analis sebelum data pemerintah yang akan dirilis pada Rabu ini.

Harga minyak merosot lebih dari 7 persen pada bulan Juli, kerugian bulanan terbesar dalam dua tahun terakhir, terkait kekhawatiran perang perdagangan antara AS dan China yang membahayakan pertumbuhan ekonomi dan akan menurunkan permintaan energi global. Pemerintahan Presiden Donald Trump akan mengusulkan untuk menaikkan hingga 25 persen tarif dari sebelumnya 10 persen yang direncanakan sebesar $ 200 miliar dalam impor China, langkah yang akan meningkatkan tekanan di Beijing untuk kembali ke meja perundingan, kata orang-orang yang akrab dengan perundingan internal.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan September turun sebanyak 52 sen ke level $ 68,24 per barel di New York Mercantile Exchange, dan diperdagangkan di level $ 68,29 pada pukul 9:10 pagi di Tokyo. Kontrak turun sebanyak 2 persen menjadi $ 68,76 pada hari Selasa. Total volume yang diperdagangkan adalah sekitar 69 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Brent untuk pengiriman bulan Oktober turun sebanyak 27 sen, atau 0,4 persen, ke level $ 73,94 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London. Kontrak untuk bulan September melemah 72 sen menjadi berakhir di level $ 74,25 pada hari Selasa. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada $ 6,69 premium hingga Oktober untuk minyak WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg

source

Oil extended a loss below $69 a barrel as industry data showed U.S. crude inventories jumped.

Futures in New York fell as much as 0.8 percent after a 2 percent decline Tuesday. Nationwide stockpiles in the U.S. added 5.59 million barrels last week, the American Petroleum Institute was said to report. That’s in contrast to a forecast for a 3 million barrel drop in a Bloomberg survey of analysts before government data due Wednesday.

Oil slumped more than 7 percent in July, the biggest monthly loss in two years, on concern trade tension between the U.S. and China imperils economic growth and will sap global energy demand. President Donald Trump’s administration will propose raising to 25 percent its planned 10 percent tariffs on $200 billion in Chinese imports, a move that would ratchet up pressure on Beijing to return to the negotiating table, people familiar with the internal deliberations said.

West Texas Intermediate crude for September delivery fell as much as 52 cents to $68.24 a barrel on the New York Mercantile Exchange, and traded at $68.29 at 9:10 a.m. in Tokyo. The contract dropped 2 percent to $68.76 on Tuesday. Total volume traded was about 69 percent below the 100-day average.

Brent for October settlement fell as much as 27 cents, or 0.4 percent, to $73.94 a barrel on the London-based ICE Futures Europe exchange. The September contract declined 72 cents to expire at $74.25 on Tuesday. The global benchmark traded at a $6.69 premium to October WTI.

Source : Bloomberg

 

Solid Gold Berjangka