solid gold berjangka ~ Minyak Raih Gain seiring Output Saudi Terlihat Stabil 

solid gold berjangka ~ Minyak naik setelah merasakan penurunan tertajam dalam dalam sebulan setelah Arab Saudi mengatakan tidak akan meningkatkan kapasitas output dan membanjiri pasar agar tidak akan menambah pembengkakan stok minyak mentah global dan bahan bakar.

Futures naik sebanyak 0,7 persen di New York setelah jatuh 6,2 persen pada tiga sesi sebelumnya. Pasar sudah meluap dengan stok minyak mentah yang ada sekarang dan Arab Saudi tidak melihat kebutuhan bagi negara ini untuk melakukan produksi pada kapasitas penuh, Menteri Energi Khalid Al-Falih mengatakan kepada televisi Al-Arabiya seiring anggota OPEC berencana untuk bertemu bulan ini untuk membahas tindakan guna menstabilkan harga . Stok minyak mentah AS meningkat 2,28 juta barel pekan lalu untuk kenaikan kedua berturut-turut, menurut Administrasi Informasi Energi.

Minyak naik 7,5 persen pada Agustus di tengah spekulasi bahwa pembicaraan di Aljazair dapat menghasilkan kesepakatan untuk menstabilkan pasar. Pembatasan produksi akan menjadi positif, Al-Falih mengatakan dalam sebuah wawancara pekan lalu, sementara ia mengesampingkan pemangkasan output. Kesepakatan pembekuan antara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan produsen lain diusulkan pada bulan Februari namun pertemuan pada bulan April berakhir tanpa adanya kesepakatan akhir.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober naik sebanyak 33 sen ke level $ 45,03 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 44,95 pada pukul 07:51 pagi waktu London. Kontrak turun 3,6 persen ke level $ 44,70 pada hari Rabu, yang merupakan penurunan terbesar sejak 1Agustus. Total volume yang diperdagangkan yakni 50 persen di bawah rata-rata 100-hari. (sdm)

Sumber: Bloomberg

source

Oil rose after dropping the most in a month as Saudi Arabia said it won�t boost output to capacity and flood a market that�s contending with a global inventory overhang of crude and fuel supplies.

Futures rose as much as 0.7 percent in New York after falling 6.2 percent the previous three sessions. The market is saturated with stored crude and Saudi Arabia doesn�t see a need for the kingdom to produce at full capacity, Energy Minister Khalid Al-Falih told Al-Arabiya television as OPEC members plan to meet this month to discuss action to stabilize prices. U.S. crude inventories increased by 2.28 million barrels last week for a second straight gain, according to the Energy Information Administration.

Oil rose 7.5 percent in August amid speculation that talks in Algiers may lead to an agreement to manage the market. A cap on production would be positive, Al-Falih said in an interview last week, while ruling out an output cut. A freeze deal between members of the Organization of Petroleum Exporting Countries and other producers was proposed in February but a meeting in April ended with no final accord.

West Texas Intermediate for October delivery advanced as much as 33 cents at $45.03 a barrel on the New York Mercantile Exchange and was at $44.95 at 7:51 a.m. in London. The contract dropped 3.6 percent to $44.70 on Wednesday, the biggest decline since Aug. 1. Total volume traded was 50 percent below the 100-day average.

Source: Bloomberg

solid gold berjangka