Solid Gold Berjangka ~ Reli Terpanjang Minyak Dalam 7 Tahun Tergelincir Saat Pasokan OPEC Meningkat

minyak9

Solid Gold Berjangka ~ Minyak, yang berada di kenaikan terpanjangnya dalam tujuh tahun, hampir tidak naik pada hari Selasa karena perkiraan bahwa cadangan minyak AS tertekan terhadap perkiraan bahwa OPEC memperluas produksinya.

Minyak berjangka naik tipis hanya 1 sen di New York setelah menguat 11 persen dalam delapan sesi sebelumnya. Produksi OPEC meningkat pada bulan Juni ke level tertinggi tahun ini. Kenaikan tersebut berasal dari Libya dan Nigeria, yang dibebaskan dari kesepakatan pasokan, serta Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, menurut survei Bloomberg News mengenai analis, perusahaan minyak dan data pelacakan kapal. Di AS, persediaan minyak mentah mungkin turun sebesar 2,5 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum rilis laporan dari pemerintah pada hari Kamis.

Sementara harga telah melonjak dalam sepekan terakhir, minyak di New York dan London mencatat kerugian bulanan pada bulan Juni setelah jatuh ke bear market karena kekhawatiran bahwa kenaikan pasokan global akan menghambat pengalihan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan mitranya. Persediaan minyak mentah AS tetap lebih dari 100 juta barel di atas rata-rata lima tahun.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus berada di $ 47,08 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 12:59 siang, ketika sebagian besar perdagangan dihentikan. Tidak ada settlement pada hari Selasa karena hari libur Hari Kemerdekaan di AS. Futures naik $ 4.55 sejak 21 Juni.

Minyak Brent untuk settlement bulan September turun 7 sen menjadi $ 49,61 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global diperdagangkan untuk bulan September lebih besar $ 2,33 dari WTI.(frk)

Sumber: Bloomberg

source

Oil, on its longest run of gains in seven years, barely rose on Tuesday as forecasts that U.S. stockpiles shrunk were weighed against estimates that OPEC expanded production.

Futures edged up by just 1 cent in New York after advancing 11 percent in the previous eight sessions. OPEC output climbed in June to the highest level this year. The increases came from Libya and Nigeria, which are exempt from a supply-cut deal, as well as Saudi Arabia and the United Arab Emirates, according to a Bloomberg News survey of analysts, oil companies and ship-tracking data. In the U.S., crude inventories probably fell by 2.5 million barrels last week, a Bloomberg survey showed before a government report Thursday.

While prices have surged in the past week, oil in New York and London posted a monthly loss in June after tumbling into a bear market on concerns that rising global supply will counter curbs from the Organization of Petroleum Exporting Countries and its partners. U.S. crude inventories remain more than 100 million barrels above the five-year average.

West Texas Intermediate for August delivery was at $47.08 a barrel on the New York Mercantile Exchange as of 12:59 p.m., when most trading halted. There was no settlement on Tuesday because of the Independence Day public holiday in the U.S. Futures are up $4.55 since June 21.

Brent for September settlement fell 7 cents to $49.61 a barrel on the London-based ICE Futures Europe exchange. The global benchmark crude traded at apremium of $2.33 to September WTI.

Source: Bloomberg

 

SOLID GOLD BERJANGKA