Presiden Erdogan Ingin Boikot Barang Elektronik AS – Solid Gold Berjangka

 

Solid Gold Berjangka Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa mengancam akan memboikot barang-barang elektronik Amerika, untuk menanggapi apa yang ia sebut sebagai perang ekonomi yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Turki.

Perselisihan diplomatik antara kedua negara itu turut memicu krisis ekonomi di Turki dan menyebabkan nilai mata uangnya, lira, mencatat nilai terrendah.

Erdogan mengatakan, “Kalau mereka memiliki iPhone, ada Samsung di tempat lain. Di negara kita sendiri ada Vestel.”

Ia meminta rakyat agar menukar dolar Amerika mereka dengan lira untuk menopang mata uang Turki tersebut.

Nilai lira anjlok 40 persen tahun ini dan merosot 16 persen pada hari Jumat, serta tujuh persen lagi hari Senin. Nilai lira lebih stabil pada hari Selasa dengan kenaikan sekitar lima persen.

Dalam suatu pernyataan bersama hari Selasa berbagai kelompok bisnis Turki meminta pemerintah agar memberlakukan kebijakan moneter yang lebih ketat untuk mengatasi krisis mata uang. Mereka juga mengatakan Turki harus berupaya menyelesaikan situasi ini dengan Amerika Serikat secara diplomatis sambil meningkatkan hubungan dengan mitra dagang utama lainnya, Uni Eropa.

Bank sentral Turki telah bertekad akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menstabilkan ekonomi negara, guna memastikan bank-bank memiliki semua uang yang mereka butuhkan. Akan tetapi pialang saham dunia kecewa karena bank tidak menaikkan suku bunga, yang menurut para ekonom diyakini perlu untuk meredakan krisis.

Presiden Amerika Donald Trump melipatgandakan tarif atas ekspor baja dan aluminium Turki pada Jumat lalu, antara lain sebagai tanggapan terhadap Turki yang menolak membebaskan Andrew Brunson. Pastur Amerika ini dituduh Turki melakukan spionase dan dikenai tahanan rumah sambil menunggu persidangannya. Trump menyebut penahanan pastor tersebut benar-benar memalukan.

sumber VOA news

Source

Turkish President Recep Tayyip Erdogan threatened Tuesday to boycott U.S. electronic goods in response to what he says is a targeted economic war being waged against Turkey by the United States.

The diplomatic dispute between the two countries has helped spark an economic crisis in Turkey and push its currency, the lira, to record lows.

“If they have the iPhone, there is Samsung elsewhere. In our own country we have Vestel,” Erdogan said.

He has called on people to exchange their U.S. dollars for lira in order to shore up the currency.

The lira has plunged 40 percent this year and saw drops of 16 percent Friday and another seven percent on Monday. It stabilized Tuesday with a rise of about five percent.

In a joint statement Tuesday, Turkish business groups called on the government to institute tighter monetary policy in order to combat the currency crisis. They also said Turkey should work to resolve the situation with the United States diplomatically while also improving relations with another major trading partner, the European Union.

The Turkish central bank has pledged to take “all necessary measures” to stabilize the country’s economy to make sure the banks have all the money they need. But world stock traders were dismayed the bank did not raise interest rates, which is what many economists believe is necessary to ease the crisis.

U.S. President Donald Trump doubled tariffs on Turkish steel and aluminum exports last Friday, in part a response to Turkey refusing to release an American pastor, Andrew Brunson, whom Turkey accuses of espionage and has detained under house arrest pending his trial. Trump has called the preacher’s detention a “total disgrace.”

source VOA news