Solid Gold Berjangka | Ramadhan Tahun Ini Mending Beli Atau Jual Emas, Ya Bun?

Solid Gold Berjangka

Ramadhan Tahun Ini Mending Beli Atau Jual Emas, Ya Bun? | Solid Gold Berjangka

Solid Gold Berjangka Semarang | Memasuki Ramadhan biasanya penjualan emas fisik di toko emas meningkat. Salah satu alasannya tentu untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadhan dan perayaan Idul Fitri. Namun untuk kali ini mungkin lebih baik justru membeli emas.

Pengamat Komoditas Ariston Tjendra mengatakan jika tujuannya membeli emas untuk jangka pendek, maka saat ini bukanlah waktu yang tepat. Tapi jika berniat untuk investasi jangka panjang, maka bisa mulai mencicil membeli emas.

“Kalau untuk jangka pendek lebih baik wait and see. Tapi kalau untuk jangka panjang bisa saja ngumpulin emas sedikit demi sedikit. Jangka panjang itu 3 tahun ke atas lah,” tuturnya saat dihubungi detikcom, Selasa (13/4/2021).

Untuk masyarakat awam, Ariston menyarankan untuk berinvestasi emas dalam bentuk fisik. Bisa membeli emas perhiasan ataupun emas batangan.

“Lebih baik ya investasi dengan membeli emas fisik. Kalau di pasar (berjangka komoditas) untuk trading, dan tidak megang barang,” ucapnya.

Ariston sendiri memprediksi tren penurunan harga akan terus berlanjut hingga harga emas menyentuh level US$ 1.600 per ons.

Di dalam negeri emas Antam hari ini turun Rp 2.000 per gram ke posisi Rp 924.000 per gram. Sementara untuk pasar dunia harga emas saat ini turun tipis 0,17% ke level US$ 1.729 per ons.

Tentu bukan hal yang bijak juga menjual emas di saat harga dalam tren penurunan. Apalagi jika membeli di saat harga emas sedang dalam level rekor tertingginya. Namun tentu keputusan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Analis Logam Mulia Standard Chartered Suki Cooper menilai dalam jangka pendek ada peluang bagi emas untuk kembali meningkat. Hal itu disebabkan adanya kemungkinan inflasi yang lebih tinggi.

Pasar akan melihat adanya risiko dari laju inflasi yang tinggi. Sehingga mereka akan kembali ke aset lindung nilai termasuk emas.

“Harga emas tidak sepenuhnya mencerminkan risiko inflasi tinggi dalam waktu dekat karena ekonomi dibuka kembali tetapi mendapatkan dukungan dari pemulihan permintaan fisik,” kata Cooper dilansir dari Kitco.

“Sementara sikap dovish The Fed dan skala stimulus fiskal AS memberikan latar belakang yang menguntungkan, harga emas cenderung rally kuat di tengah periode inflasi yang tinggi dan tak terduga,” tambahnya.

sumber: detik.com – Solid Gold Berjangka