yen dolar 4Solid Gold Berjangka ~ Saham Jepang Ditutup Turun Pada Penguatan Yen

Solid Gold Berjangka ~ Saham Jepang jatuh ke hampir level terendahnya dua pekan di tengah kegiatan yang tenang, memperpanjang penurunan di perdagangan sore pasca penguatan yen. Perusahaan real estate dan asuransi memimpin penurunan.

Indeks Topix turun 1,4 persen ke 1,298.47 pada penutupan perdagangan di Tokyo, dengan volume 20 persen di bawah rata-rata 30-harinya. Nikkei 225 Stock Average merosot 1,6 persen, sementara yen menguat 1 persen ke 100,24 per dolar. Investor telah benar-benar mengawasi pada dimana saham Tokyo ditutup di sesi pagi untuk mengukur apakah Bank of Japan akan mengambil langkah untuk membeli dana yang diperdagangkan di bursa pada sore hari. Biasanya bank sentral membeli surat berharga ketika Topix ditutup lebih rendah pada istirahat perdagangan.

Topix telah jatuh 0,7 persen sejak 28 Juli, sehari sebelum BOJ mengumumkan akan hampir dua kali lipat pembelian atas ETF menjadi 6 triliun yen ($ 59.7 miliar) setahun. Indeks ini turun 16 persen pada tahun ini, dan yang berkinerja terburuk pada pasar negara berkembang setelah Italia.(Solid Gold Berjangka)

Sumber: Bloomberg

Source

Japanese shares dipped to an almost two-week low amid a lull in activity, extending declines in afternoon trading after the yen advanced. Real estate companies and insurers led drops.

The Topix index fell 1.4 percent to 1,298.47 at the trading close in Tokyo, with volumes 20 percent below the 30-day average. The Nikkei 225 Stock Average sank 1.6 percent, while the yen gained 1 percent to 100.24 a dollar. Investors have been keeping a close eye on where Tokyo shares close in the morning session to gauge whether the Bank of Japan will step in to buy exchange-traded funds in the afternoon. Typically the central bank buys the securities when the Topix closes lower at the trading break.

The Topix has fallen 0.7 percent since July 28, the day before the BOJ announced it would almost double its purchases of ETFs to 6 trillion yen ($59.7 billion) a year. The gauge is down 16 percent this year, the worst performing developed market after Italy.

Source : Bloomberg

Solid Gold Berjangka