Solid Gold Berjangka ~ Minyak Perpanjang Kenaikan di Atas $ 48 Karena Tanda-tanda Pasokan AS Menurun

 

minyak8Solid Gold Berjangka ~ Minyak memperpanjang kenaikan di atas $ 48 per barel karena data industri menunjukkan stok minyak mentah A.S. menurun, mengurangi kelebihan pasokan.

Kontrak berjangka naik sebanyak 1,4 persen di New York setelah melonjak sebanyak 4,6 persen dalam dua sesi sebelumnya. Persediaan turun 10,2 juta barel pekan lalu, menurut laporan dari American Petroleum Institute. Jika penurunan tersebut terulang dalam data pemerintah yang akan dirilis hari Rabu, itu akan menjadi penurunan terbesar sejak September lalu. Uni Emirat Arab mengulangi komitmennya terhadap kesepakatan OPEC mengenai pengurangan produksi dan mengatakan akan memperdalam hambatannya sendiri.

Minyak telah diperdagangkan di bawah $ 50 per barel sejak Mei di tengah kekhawatiran bahwa meningkatnya output global akan mengimbangi kekurangan arus dari anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutu-sekutunya termasuk Rusia. Sementara stok minyak mentah A.S. terus menurun selama periode permintaan musiman yang kuat, persediaan nasional tetap berada sekitar 100 juta barel di atas rata-rata lima tahun.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik sebanyak 65 sen ke level $ 48,54 per barel di New York Mercantile Exchange, dan berada di level $ 48,45 pada pukul 7:14 pagi waktu Hong Kong. Total volume yang diperdagangkan sekitar 89 persen di atas rata-rata 100 hari. Harga meningkat sebesar $ 1,55 ke level $ 47,89 pada hari Selasa, yang merupakan penutupan tertinggi sejak 6 Juni lalu.

Brent untuk pengiriman September menambahkan $ 1,60 atau 3,3 persen, ke level $ 50,20 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London pada hari Selasa. Minyak mentah acuan global mengakhiri sesi dengan premi $ 2,31 untuk WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg

Source

Oil extended gains above $48 a barrel as industry data showed U.S. crude stockpiles plunged, easing a glut.

Futures climbed as much as 1.4 percent in New York after rising 4.6 percent in the previous two sessions. Inventories tumbled by 10.2 million barrels last week, the American Petroleum Institute was said to report. If the decline is replicated in government data Wednesday, it would be the biggest decrease since September. The United Arab Emirates reiterated its commitment to the OPEC agreement on production cuts and said it would deepen its own curbs.

Oil has traded below $50 a barrel since May amid concern rising global output will offset reduced flows from members of the Organization of Petroleum Exporting Countries and its allies including Russia. While U.S. crude stockpiles continue to decline during a period of strong seasonal demand, nationwide inventories remain about 100 million barrels above the five-year average.

West Texas Intermediate for September delivery rose as much as 65 cents to $48.54 a barrel on the New York Mercantile Exchange, and was at $48.45 at 7:14 a.m. in Hong Kong. Total volume traded was about 89 percent above the100-day average. Prices gained $1.55 to $47.89 on Tuesday, the highest close since June 6.

Brent for September settlement added $1.60, or 3.3 percent, to $50.20 a barrel on the London-based ICE Futures Europe exchange on Tuesday. The global benchmark crude ended the session at a premium of $2.31 to WTI.

Source : Bloomberg

 

 

SOLID GOLD BERJANGKA