bank 4Pt. Solid Gold Berjangka ~ Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara, memprediksi inflasi Ramadan tahun ini berada pada kisaran 0,9 persen sampai 1,2 persen. Diharapkan Ramadan tahun depan inflasi bisa di bawah 0,5 persen.

“Kemarin (Juni) kita kan mencapai 0,66 persen. Jadi lebih bagus pencapaiannya,” ujar Mirza di rumah dinas Menteri Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (7/7).

Penurunan inflasi tahun depan bisa dicapai pemerintah asalkan mampu menjaga harga makanan dengan memastikan suplai barang terjaga. “Mudah-mudahan, tahun depan sesuai harapan Presiden. Itu akan bagus,” kata dia.

Selain itu, dirinya juga memprediksi inflasi Juli diperkirakan masih tetap rendah seperti pencapaian Juni. “Kalau Juli, walaupun ada tahun ajaran baru dan inflasi agak lebih tinggi, tapi menurut kami polanya pola yang normal,” tuturnya.

Seperti diketahui, statistik dalam empat tahun terakhir, di mana pada 2011 dan 2012 inflasi menjelang Ramadan tercatat 0,67 persen dan 0,62 persen. Ketika Ramadan (Agustus 2011 dan Juli 2012) inflasi melonjak menjadi 0,93 persen dan 0,70 persen.

Tahun 2013 inflasi melonjak menjadi 3,29 persen dikarenakan momentum Ramadan bertemu dengan kenaikan harga BBM yang diputuskan pemerintah sebulan sebelumnya. Pada 2014, inflasi Ramadan (Juli 2014) sebesar 0,93 persen, jauh lebih tinggi dari inflasi sebulan sebelumnya yang tercatat 0,43 persen.

Realisasi inflasi Mei 2015, secara bulanan tecatat 0,50 persen. Sedangkan secara tahunan mencapai 7,15 persen. Pada Juni 2015, atau hampir dua minggu Ramadan berjalan, inflasi bulanan tercatat sebesar 0,54 persen, sedangkan secara tahunan sebesar 7,26 persen

(solid gold)

Sumber merdeka