Penembak 11 Polisi di Texas Ancam Ledakkan Bom di Pusat KotaPt. Solid Gold Berjangka ~ Dallas, Dua petugas kepolisian tertembak di tengah demonstrasi di Texas yang memprotes penembakan terhadap warga kulit hitam. Demontrasi itu digelar untuk memprotes polisi yang menembak warga kulit hitam di Minnesota dan Louisiana.

Stasiun televisi lokal KDFW TV, seperti dilansir Reuters menjelaskan bahwa penembakan terjadi pada Kamis (7/7/2016) waktu setempat. Kondisi kedua petugas kepolisian yang tertembak belum diketahui.

Dilaporkan bahwa penembakan terjadi saat demontrasi berlangsung di Belo Garden Park di Dallas. Rekaman video memperlihatkan banyak polisi berlarian dan beberapa berlindung di belakang mobil di jalan.

Foto yang diposting di twitter oleh pihak kepolisian Dallas memperlihatkan ratusan orang berkumpul di dekat museum di tengah kota. Mereka tengah mendengarkan seorang orator yang berada di tengah kerumunan.

Pada foto lain yang menyebar di twitter, terlihat kerumunan orang berjalan berbaris menyusuri jalan kota. Polisi menyebut mereka berjalan sambil meneriakkan ‘Black Lives Matter’.

Demonstrasi di Dallas merupakan bagian dari aksi demontrasi besar-besaran di Amerika Serikat. Para demonstran memprotes beberapa peristiwa penembakan terhadap warga kulit hitam di Minnesota dan Louisiana oleh petugas kepolisian.

Pihak kepolisian belum bisa dimintai keterangan terkait penembakan terhadap dua petugas di tengah demontrasi itu. Bahkan, akun twitter kepolisian tidak memposting apapun sejak media memberitakan tentang penembakan.

Petugas kepolisian yang tertembak di tengah aksi demontrasi menolak penembakan terhadap warga kulit hitam di Dallas, Texas bertambah menjadi 10 orang. Tiga polisi dilaporkan tewas karena tertembak.

“Malam ini, tampak bahwa dua penembak jitu menembak 10 petugas polisi dari posisi ketinggian selama demonstrasi berlangsung. Tiga petugas sudah meninggal, dua dioperasi dan tiga berada dalam kondisi kritis,” kepala Kepolisian Dallas, David Brown dalam keterngannya yang dikutip kantor berita AFP, Jumat (8/8/2016).

Aksi penembakan itu terjadi pada Kamis (7/7) malam. Saat itu, ratusan orang sedang berdemontrasi di Belo Garden Park di Dallas memprotes aksi polisi yang menembak warga kulit hitam di Minnesota dan Louisiana.

Dugaan sementara, ada dua sniper yang menghujani polisi dengan tembakan. Polisi saat ini masih mengejar para pelaku.

“Pencarian intensif sedang dilakukan untuk mengejar pelaku. Hingga saat ini, belum ada pelaku yang ditangkap,” jelas David.

Rekaman video memperlihatkan, saat kejadian banyak polisi berlarian dan beberapa berlindung di belakang mobil di jalan. Belum diketahui siapa pelaku penembakan brutal ini dan apa motifnya.

Kepolisian Dallas tengah dalam proses negosiasi dengan pelaku penembak 11 polisi di tengah demonstrasi menolak penembakan terhadap warga kulit hitam. Kepada negosiator, pelaku penembakan mengancam akan meledakkan bom di berbagai tempat di pusat kota.

“Pelaku yang tengah bernegosiasi dengan kita, sudah 45 menit berunding dan mengatakan bahwa semuanya akan berakhir. Dia akan melukai dan membunuh lebih banyak anggota kami. Kami harus menegakkan hukum,” kata Kepala Kepolisian Dallas, David Brown dalam keterangan resminya seperti dikutip AFP, Jumat (8/7/2016).

David menjelaskan, pelaku juga mengaku telah memasang bom. Bom tersebut siap diledakkan di beberapa tempat di tengah kota Dallas.

“Ada bom di berbagai titik di tempat ini dan di pusat kota. Sehingga kami harus sangat berhati-hati, agar taktik yang kami pakai tidak melukai warga Dallas, seperti yang kita lanjutkan dalam negosiasi,” jelas David.

Pelaku telah menewaskan 4 polisi, dan 7 lainnya kritis. Pelaku diduga menggunakan senjata khusus sniper dan menembak dari ketinggian.

Kejadian penembakan ini terjadi pada Kamis (7/7) saat ratusan orang sedang berdemontrasi di Belo Garden Park di Dallas memprotes aksi polisi yang menembak warga kulit hitam di Minnesota dan Louisiana.

(solid gold)