pialang berjangkaPt. Solid Gold Berjangka ~ Bukti dalam sepekan terkait gejolak perekonomian AS yang telah dibesar-besarkan dan pembicaraan dovish dari Federal Reserve yang dikombinasikan secara singkat mengirim Indeks S & P 500 diatas level rekor penutupan bulan Mei 2015, meninggalkan saham di ambang mengakhiri gejolak terpanjangnya.

Gain pada Jumat ditutup rebound delapan hari lebih dari 6% yang mengembalikan sebesar $ 1.4 triliun dari kapitalisasi pasar untuk saham AS, nilai yang terhapus setelah terjadinya pemungutan suara U.K. untuk meninggalkan Uni Eropa. S&P 500 menguat lebih dari 1% untuk keempat kalinya dalam dua pekan, setelah kuatnya pertumbuhan gaji Juni meredam kekhawatiran mengenai sejumlah pelemahan. Saham perbankan, teknologi dan peritel merupakan kontributor terbesar untuk mencatat reli.

Indeks acuan naik sebanyak 1,6% sebelum penutupan kurang dari dua poin di bawah level tertinggi sepanjang masa. Yang telah menghabiskan 286 hari perdagangan tanpa membuat rekor baru, yang terpanjang di luar bear-market sejak gejolak 361 hari pada tahun 1960 dan ’61. jeda datang di tengah kekhawatiran atas meningkatnya suku bunga dan keuntungan yang jatuh, setelah indeks lebih dari tiga kali lipat dibawah tahun 2009.

Indeks S&P 500 naik 1,5% menjadi 2,129.70 pada 16:00 sore di New York, ditutup pada level tertinggi sejak 21 Mei 2015, setelah sempat melebihi rekor 2,130.82.

Data pekerjaan akan membantu meyakinkan para otoritas setempat bahwa perusahaan tetap berada pada perekrutan dalam menghadapi keuntungan yang lebih lemah dan perkembangan luar negeri seperti warga Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa. Pejabat Federal Reserve menandai keprihatinan mengenai pembukaan lapangan kerja pada pertemuan terakhirnya, menandakan bahwa memudarnya kebutuhan untuk meningkatkan suku bunga.(Solid Gold)

Sumber: Bloomberg

source

A week�s evidence that the U.S. economy�s ill health has been overstated and dovish talk from the Federal Reserve combined to briefly catapult the S&P 500 Index above its May 2015 record close, leaving stocks on the brink of ending their longest drought of the bull market.

Gains on Friday capped an eight-day rebound of more than 6 percent that restored $1.4 trillion of market capitalization to U.S. shares, value that was erased in the aftermath of the U.K. vote to leave the European Union. The S&P 500 advanced more than 1 percent for the fourth time in two weeks, after stronger June payroll growth calmed concerns sown by May�s anemic number. Banks, technology and retailer shares were among the biggest contributors to the rally.

The benchmark gauge surged as much as 1.6 percent before closing less than two points below the all-time high. It has spent 286 days trading without making a fresh record, the longest stretch outside a bear market since a 361-day drought in 1960 and �61. The pause came amid concern over rising interest rates and falling profits, after the index more than tripled from its 2009 bottom.

The S&P 500 added 1.5 percent to 2,129.70 at 4 p.m. in New York, closing at its highest since May 21, 2015, after briefly exceeding the record of 2,130.82.

The jobs data will help reassure policy makers that companies are staying the course on hiring in the face of weaker profits and overseas developments such as Britain�s vote to leave the EU. Federal Reserve officials flagged concern over job creation at their last meeting, signaling fading urgency for the need to increase interest rates.

Source: Bloomberg