Solid Gold ~ Ekspor Minyak Kurdi Terancam, Minyak Pertahankan Kenaikan di Level Tertinggi

minyak8Solid Gold ~ Minyak mempertahankan kenaikan di dekat penutupan tertinggi dalam lima bulan karena Turki mengancam akan menutup pengiriman minyak mentah Kurdi melalui wilayahnya.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah naik 3,1 persen pada hari Senin. Turki dapat memilih untuk “menutup katup” pada ekspor minyak dari Kurdistan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan karena wilayah di Irak utara melakukan pemilu dalam sebuah referendum mengenai kemerdekaan. Pemotongan pasokan yang dipimpin OPEC perlu diperluas hingga melampaui bulan Maret untuk menyeimbangkan pasar, menurut seorang eksekutif dari BP Plc.

Minyak telah naik lebih dari 10 persen dalam bulan ini karena perkiraan kenaikan permintaan minyak mentah dan kilang Pantai Teluk AS kembali beroperasi pasca Badai Harvey. Daerah kantong Kurdi yang terkurung daratannya bisa mengangkut 700.000 barel per hari melalui jalur pipa ke pelabuhan Turki di Ceyhan di Laut Tengah.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman November berada di $52,07 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 15 sen, pada pukul 09:31 pagi di Hong Kong. Total volume yang diperdagangkan sekitar 54 persen di bawah rata-rata 100 hari. Harga WTI melonjak $1,56 menjadi $52,22 pada hari Senin ke penutupan tertinggi sejak 18 April.

Minyak Brent untuk pengiriman November naik 10 sen menjadi $59,12 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Harga menambahkan $2,16, atau 3,8 persen menjadi $59,02 pada hari Senin, penutupan tertinggi dalam lebih dari dua tahun. Minyak mentah acuan global diperdagangkan lebih besar $7,05 dari WTI. (frk)

Sumber: Bloomberg

source

Oil held gains near the highest close in five months as Turkey threatened to shut down Kurdish crude shipments through its territory.

Futures were little changed in New York after advancing 3.1 percent on Monday. Turkey can choose to �close the valves� on oil exports from Kurdistan, Turkish President Recep Tayyip Erdogan said as the region in northern Iraq voted in a referendum on independence. OPEC-led supply cuts need to be extended beyond March to rebalance the market, according to a BP Plc executive.

Oil has gained more than 10 percent this month on forecasts for rising crude demand and as U.S. Gulf Coast refineries resume operations after Hurricane Harvey. The landlocked Kurdish enclave can ship as much as 700,000 barrels a day through the pipeline to the Turkish port of Ceyhan on the Mediterranean.

West Texas Intermediate for November delivery was at $52.07 a barrel on the New York Mercantile Exchange, down 15 cents, at 9:31 a.m. in Hong Kong. Total volume traded was about 54 percent below the 100-day average. Prices surged $1.56 to $52.22 on Monday to the highest close since April 18.

Brent for November settlement rose 10 cents to $59.12 a barrel on the London-based ICE Futures Europe exchange. Prices added $2.16, or 3.8 percent, to $59.02 on Monday, the highest close in more than two years. The global benchmark crude traded at a premium of $7.05 to WTI.

Source: Bloomberg

 

SOLID GOLD