Solid Gold

Harga Emas Naik Atau Turun Pekan Depan? Simak Dulu Analisanya – Solid Gold

Solid Gold Semarang | Tidak ada peluang yang jelas untuk untuk pergerakan harga emas dunia di pekan depan. Harga emas dunia kemungkinan akan turun atau naik US$ 50 dari level sebelumnya.

Melansir Kitco News, Minggu (22/11/2020), hasil survei terbaru Weekly Gold Survey kemungkinan harga emas akan bullish karena beberapa sentimen di minggu depan. Namun pergerakannya diprediksi hanya berada dalam rentang resistensi pada US$ 1.900 per ons dan support pada US$ 1.850 per ons.

Pergerakan harga emas pekan depan akan berada dalam rentang yang sempit. Itu karena minimnya sentimen baru yang bisa menggerakan harga emas dunia.

“Saya pikir emas terjebak dalam kisaran ini, dan kami akan teSolid Gold Semarang | Tidak ada peluang yang jelas untuk untuk pergerakan harga emas dunia di pekan depan. Harga emas dunia kemungkinan akan turun atau naik US$ 50 dari level sebelumnya.tap di sini sampai kami mendapatkan beberapa informasi baru. Agar emas bisa menembus di atas US$ 1.900, kita perlu melihat beberapa berita tentang langkah-langkah stimulus baru, tapi sepertinya itu bukan prioritas saat ini,” kata Presiden Phoenix Futures and Options, Kevin Grady.

Minggu ini 17 analis berpartisipasi dalam survei. Sebanyak 8 analis atau 47% menyerukan harga emas naik minggu depan. Sementara itu lima analis atau 29% memprediksi harga emas akkan turun. Sedangkan empat analis atau 24% bersikap netral.

Minggu ini 17 analis berpartisipasi dalam survei. Sebanyak 8 analis atau 47% menyerukan harga emas naik minggu depan. Sementara itu lima analis atau 29% memprediksi harga emas akkan turun. Sedangkan empat analis atau 24% bersikap netral.

Sementara itu, total 1.539 suara diberikan dalam seminggu terakhir ini dalam survei online. Di antara mereka, 642 pemilih, atau 42%, percaya harga emas akan bullish pada emas minggu depan. 594 peserta lainnya atau 39% menilai harga akan turun, sementara 303 pemilih atau 20% bersikap netral pada logam mulia.

Selama pekan ini pasar emas memang mengalami kerugian kedua berturut-turut. Emas berjangka Desember terakhir diperdagangkan pada US$ 1,871.20 per ons, turun 0,79% pada minggu ini.

Meskipun emas mengakhiri minggu ini di wilayah negatif, beberapa analis mencatat bahwa pasar menunjukkan kekuatan yang cukup kuat. Mengingat berita positif tentang vaksin COVID-19 telah mendominasi sentimen investor.

“Kisah emas belum hilang, ini hanya dihentikan sementara karena investor dan pasar mencari keadaan normal dalam perekonomian,” kata kepala strategi komoditas di Saxo Bank, Ole Hansen.

Hansen mengatakan ada risiko bahwa harga emas dapat terus melemah karena semakin banyaknya berita vaksin yang meningkatkan optimisme investor. Namun, dia menambahkan bahwa masih banyak ketidakpastian dan stimulus di pasar sehingga harga emas turun secara signifikan.

sumber: detik.com – Solid Gold